Keuangan.id – 29 Maret 2026 | Ardon Jashari, gelandang muda berusia 20 tahun yang baru bergabung dengan AC Milan, telah menjadi sorotan tidak hanya karena bakatnya di lapangan, tetapi juga karena kebiasaan spiritual dan sikap profesionalnya yang menarik perhatian publik. Sejak kedatangannya, Jashari menampilkan performa yang konsisten, memukau pelatih Massimiliano Allegri, dan menegaskan tujuan klub untuk kembali ke Liga Champions.
Ritual Spiritual Sebelum Bertanding
Menurut beberapa saksi di lingkungan tim, Jashari memiliki ritual khusus sebelum setiap pertandingan. Ia meluangkan waktu untuk mendengarkan rekaman Al-Qur’an, sebuah kebiasaan yang ia yakini dapat menenangkan pikiran dan meningkatkan fokus. Proses ini dilakukan di ruang pribadi kamar latih, di mana ia menutup mata, mengatur napas, dan memperdengarkan ayat-ayat yang dipilih secara khusus untuk menenangkan hati.
- Memilih surat pendek yang menekankan ketenangan, seperti Al‑Falaq dan An‑Nas.
- Mendengarkan selama 10‑15 menit sambil melakukan pernapasan dalam.
- Menutup sesi dengan doa pribadi untuk keselamatan tim dan diri sendiri.
Ritual ini bukan sekadar kebiasaan pribadi, melainkan menjadi bagian dari persiapan mental Jashari. Ia mengakui bahwa suasana hati yang tenang membantu ia mengeksekusi tugasnya di lini tengah dengan lebih baik, terutama dalam mengatur tempo permainan dan menghubungkan serangan.
Pujian kepada Massimiliano Allegri
Sejak pertama kali bertemu, Jashari telah menyatakan kekagumannya kepada pelatih asal Italia, Massimiliano Allegri. Dalam beberapa wawancara, ia menuturkan bahwa Allegri merupakan “master” dalam mengelola tim, mampu menyeimbangkan taktik agresif dengan kontrol permainan yang disiplin. Jashari menekankan bahwa pendekatan Allegri yang detail dan perhatian pada detail teknis memberikan ruang bagi pemain muda seperti dirinya untuk berkembang.
Allegri, yang sebelumnya memimpin Juventus dan Napoli, memang dikenal memiliki filosofi permainan yang fleksibel. Ia memberi kebebasan kepada Jashari untuk mengekspresikan kreativitasnya, sekaligus menuntut kedisiplinan dalam fase defensif. Hal ini tercermin dalam peningkatan statistik passing Jashari, yang kini berada di atas rata‑rata gelandang muda di Serie A.
Aspirasi Liga Champions
Tujuan utama AC Milan pada musim ini adalah kembali ke panggung Liga Champions setelah absen selama dua tahun. Jashari menyatakan tekad pribadi dan kolektif untuk mencapai target tersebut. “Kami semua memiliki satu mimpi bersama: mengangkat trofi Liga Champions kembali ke San Siro,” ujar Jashari dalam konferensi pers terakhir.
Gelandang muda tersebut menambahkan bahwa fokusnya tidak hanya pada serangan, tetapi juga pada kontribusi defensif. Ia berusaha menjadi “jembatan” yang efektif antara lini belakang dan depan, memastikan transisi yang cepat dan aman.
Telepon dari Zlatan Ibrahimović
Salah satu momen emosional dalam karier Jashari di Milan terjadi ketika legenda klub, Zlatan Ibrahimović, menghubungi lewat telepon. Jashari mengingat suara Ibrahimović yang bergetar, menandakan betapa pentingnya kesempatan itu baginya. “Suara Zlatan bergetar, dan saya langsung merasakan beban dan kebanggaan sekaligus,” kata Jashari. Ia menegaskan bahwa panggilan tersebut membuatnya semakin bertekad untuk memberikan yang terbaik, mengingat harapan besar yang dibawa oleh sang ikon.
Persaingan dengan Luka Modrić
Masuknya Jashari juga menambah persaingan di lini tengah, terutama dengan Luka Modrić yang baru saja mengalami cedera. Meskipun Modrić tetap menjadi pemain kunci, Jashari siap mengambil alih peran bila diperlukan. Ia mengakui bahwa belajar dari pengalaman Modrić menjadi motivasi tambahan untuk terus meningkatkan kualitas permainan.
Dalam satu latihan, Jashari bahkan menyebut bahwa “mendengarkan Al‑Qur’an membantu saya mengendalikan tekanan saat harus menggantikan pemain senior,” menegaskan pentingnya keseimbangan spiritual dan profesional dalam kariernya.
Dengan kombinasi kebiasaan spiritual, pujian tulus kepada pelatih, dan ambisi kuat untuk kembali ke Liga Champions, Ardon Jashari tampaknya siap menjadi salah satu pilar baru AC Milan. Jika ia dapat mempertahankan konsistensi di lapangan dan tetap menjaga ketenangan mental, masa depan gemilang bagi gelandang muda ini tidak akan lama menunggu.











