Keuangan.id – 08 Juni 2026 |
Kenaikan tarif Transjakarta dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap APBD DKI dan pengguna jasa transportasi umum. Di satu sisi, kenaikan tarif berpotensi mengurangi beban subsidi APBD DKI, sehingga memberikan keuntungan bagi pemerintah daerah. Namun, di sisi lain, kenaikan tarif juga memunculkan risiko terhadap daya beli masyarakat, terutama mereka yang bergantung pada transportasi umum untuk kegiatan sehari-hari. Penggunaan transportasi umum juga dapat menurun jika tarif menjadi terlalu mahal, sehingga mengurangi efisiensi dan efektivitas sistem transportasi.











