Berita  

Rey Mbayang Ungkap 9 Potret Slow Living Bersama Dinda Hauw di Kebun, Sambil Lawan Psoriasis

Rey Mbayang Ungkap 9 Potret Slow Living Bersama Dinda Hauw di Kebun, Sambil Lawan Psoriasis
Rey Mbayang Ungkap 9 Potret Slow Living Bersama Dinda Hauw di Kebun, Sambil Lawan Psoriasis

Keuangan.id – 26 April 2026 | Jakarta, 25 April 2026 – Aktor muda Rey Mbayang kembali menjadi sorotan publik, bukan hanya karena penampilannya yang kini botak, melainkan juga karena serangkaian foto yang menampilkan gaya hidup “slow living” bersama sang istri, Dinda Hauw, di kebun pribadi mereka. Dalam satu rangkaian posting Instagram, pasangan selebriti ini memperlihatkan sembilan potret yang menonjolkan ketenangan, keintiman, serta perjuangan Rey melawan penyakit autoimun psoriasis.

Rey mengungkapkan keputusan mencukur habis rambutnya sebagai bagian dari strategi penanganan psoriasis yang menyerang kulit dan rambutnya. Ia menjelaskan bahwa kerontokan ekstrem serta rasa nyeri pada tulang membuatnya memilih tampilan plontos agar lebih mudah merawat kondisi kesehatan tanpa harus khawatir tentang perawatan rambut yang rumit. Keputusan tersebut mendapat dukungan dari Dinda, yang menekankan pentingnya menjaga keseimbangan emosional selama proses penyembuhan.

Keseharian di Kebun: Slow Living yang Menenangkan

Di balik perjuangan medis yang berat, Rey dan Dinda menemukan pelipur lara dalam aktivitas kebun. Foto-foto yang dibagikan memperlihatkan momen-momen sederhana namun sarat makna, seperti menanam sayuran organik, meracik teh herbal, dan menikmati senja sambil bersandar pada kursi kayu. Konsep “slow living” yang mereka anut menekankan pentingnya hidup lebih lambat, menghargai proses alami, dan mengurangi stres.

  • Potret 1: Rey berdiri di antara barisan selada, memegang sekop kecil sambil tersenyum, menandakan kebanggaan pada hasil kerja kerasnya.
  • Potret 2: Dinda menyiram tanaman tomat dengan alat penyiram bergaya vintage, menampilkan nuansa retro yang menenangkan.
  • Potret 3: Pasangan ini duduk di atas tikar anyaman, menikmati secangkir teh hijau sambil mengamati lebah yang hinggap di bunga lavender.
  • Potret 4: Rey menata kompos organik, memperlihatkan keseriusan mereka dalam mengelola sampah rumah tangga secara berkelanjutan.
  • Potret 5: Dinda membaca buku tentang herbal medicine di bawah pohon mangga, menekankan pentingnya pengetahuan alami dalam menjaga kesehatan.
  • Potret 6: Rey memotong cabang pohon kelapa secara hati-hati, menunjukkan keterampilan manual yang menambah rasa pencapaian.
  • Potret 7: Kedua pasangan berpose di antara kebun bunga mawar putih, mengekspresikan kebersamaan yang kuat meski dihadapkan pada tantangan kesehatan.
  • Potret 8: Rey menyiapkan salad segar dengan sayuran yang baru dipanen, menggambarkan pola makan sehat untuk membantu proses pemulihan psoriasis.
  • Potret 9: Dinda menutup hari dengan menyalakan lampu lentera di teras, menciptakan suasana hangat dan reflektif sebelum tidur.

Setiap foto tidak hanya menampilkan estetika visual, tetapi juga mengisahkan bagaimana pasangan ini memanfaatkan lingkungan alami untuk menenangkan pikiran dan memperkuat ikatan emosional. Aktivitas kebun menjadi terapi tambahan bagi Rey, membantu mengurangi stres yang dapat memperparah gejala psoriasis.

Perjuangan Melawan Psoriasis dan Respons Publik

Psoriasis merupakan penyakit autoimun yang mempengaruhi kulit, kuku, bahkan persendian. Rey mengakui bahwa gejala awal muncul dalam bentuk ruam merah bersisik, diikuti oleh kerontokan rambut yang signifikan. Setelah mencoba berbagai metode, termasuk potensi transplantasi rambut, ia memutuskan fokus pada penanganan medis dan perubahan gaya hidup.

Rey menyatakan dalam Instagram Story, “Aku memutuskan botak supaya lebih mudah mengobatinya, dan supaya tidak terus stress mikirin rambut.” Pernyataan ini mendapat beragam reaksi netizen, sebagian memberikan dukungan moral, sementara yang lain mengkritik penampilan barunya. Rey menanggapi dengan bijak, meminta agar komentar tetap bersifat konstruktif dan tidak menyinggung perasaan pribadi.

Para ahli dermatologi menekankan bahwa mengurangi stres merupakan komponen penting dalam mengendalikan psoriasis. Dengan mengadopsi pola hidup slow living, Rey secara tidak langsung memperkuat strategi pengobatan medisnya. Aktivitas fisik ringan di kebun, konsumsi makanan organik, serta praktik mindfulness dapat menurunkan kadar hormon stres seperti kortisol.

Harapan dan Langkah Kedepan

Rey dan Dinda berharap kisah mereka dapat menginspirasi publik untuk lebih peduli pada kesehatan mental dan fisik, terutama bagi penderita penyakit kronis. Mereka berencana melanjutkan proyek kebun bersama, menambahkan area terapi aromaterapi dan ruang meditasi untuk memperluas manfaat terapeutik.

Dalam penutup, Rey menegaskan komitmennya untuk terus berjuang melawan psoriasis sambil menikmati setiap momen sederhana di kebun. “Kehidupan bukan hanya tentang sorotan kamera, tapi juga tentang kedamaian yang kita ciptakan di antara akar-akar tanaman,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *