Keuangan.id – 24 April 2026 | Latihan intensif tim nasional Malaysia di Herning, Denmark, menjadi sorotan utama menjelang Thomas Cup 2026. Di balik persiapan tersebut, peran strategis Rexy Mainaky sebagai direktur pelatihan ganda menambah keyakinan para pemain dalam menghadapi tantangan internasional.
Latihan Intensif di Herning
Selama delapan hari, skuad Malaysia menjalani rangkaian program yang dirancang untuk memperkuat chemistry tim dan meningkatkan kesiapan mental. Dukungan psikolog olahraga Lim Jin Xuan membantu pemain menyesuaikan diri dengan tekanan kompetisi. Pada hari terakhir, dilakukan simulation matches di Herning Badminton Club yang dihadiri sekitar 100 penonton, menciptakan atmosfer mirip turnamen sesungguhnya.
Strategi Ganda oleh Rexy Mainaky
Rexy Mainaky menegaskan pentingnya menjaga pasangan ganda utama tetap utuh, seperti Aaron Chia‑Soh Wooi Yik serta Goh Sze Fei‑Nur Izzuddin Rumsani. Namun, ia juga menguji mereka melawan kombinasi baru yang dibentuk dari pemain sparring, guna mengasah adaptabilitas terhadap gaya bermain yang berbeda. “Kami ingin melihat bagaimana pasangan tetap stabil ketika dihadapkan pada taktik baru,” ujar Mainaky.
Warisan Kejayaan Thomas‑Uber
Sementara tim Malaysia bersiap, sejarah Thomas‑Uber tetap menjadi inspirasi bagi negara-negara bulu tangkis. Hanya dua negara yang pernah mengawinkan gelar Thomas dan Uber dalam satu edisi: Indonesia dan China. China mencatat delapan kali keberhasilan (1986, 1988, 1990, 2004, 2006, 2008, 2012, 2024), sedangkan Indonesia pernah melakukannya pada 1994 dan 1996.
Keberhasilan Indonesia pada era 1990‑an didukung oleh legenda seperti Ardy B. Wiranata, Joko Suprianto, Hariyanto Arbi, serta duo ganda legendaris seperti Ricky Subagja, Rexy Mainaky, dan Bambang Suprianto. Di sisi wanita, Susy Susanti memimpin Tim Uber dengan dukungan Yuni Kartika, Yuliani Santosa, dan Mia Audina.
Persiapan Menuju Thomas Cup 2026
Setelah meninggalkan Herning, tim langsung menuju Horsens untuk merasakan kondisi arena Forum Horsens. Pertandingan pembukaan Grup B melawan Inggris dijadwalkan pada hari berikutnya. Dengan simulasi pertandingan yang berhasil dan atmosfer kompetisi yang sudah terasa, Malaysia menatap peluang mengakhiri penantian 34 tahun tanpa gelar Thomas Cup.
Di sisi lain, Indonesia terus mengingatkan dirinya akan jejak gemilang dalam mengawinkan gelar Thomas‑Uber, menegaskan bahwa tradisi keunggulan bulu tangkis masih hidup. Kombinasi pengalaman veteran dan generasi muda menjadi harapan baru bagi kedua negara dalam persaingan global.
Dengan kepemimpinan Rexy Mainaky yang berfokus pada konsistensi dan inovasi taktik, serta semangat kompetitif yang diwariskan dari era keemasan Thomas‑Uber, turnamen mendatang menjanjikan pertarungan sengit antara raksasa-rasaksa bulu tangkis dunia.
