Keuangan.id – 10 April 2026 | Data terbaru menunjukkan bahwa pada Maret 2026 semua kategori unitlink mengalami tekanan, namun hanya unitlink pasar uang yang masih mencatatkan imbal hasil positif. Unitlink saham mencatatkan penurunan paling dalam, menandai periode kontraksi yang belum pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Berikut ringkasan kinerja utama per Maret 2026:
| Jenis Unitlink | Return (% per tahun) |
|---|---|
| Pasar Uang | +2,3 |
| Obligasi | -0,8 |
| Saham | -7,5 |
Beberapa faktor utama yang berkontribusi pada penurunan tajam unitlink saham antara lain:
- Kondisi pasar ekuitas global: Volatilitas tinggi dan penurunan indeks utama menggerus nilai portofolio saham.
- Kenaikan suku bunga: Kebijakan moneter ketat mengalihkan aliran dana ke instrumen berbunga tetap, mengurangi permintaan terhadap produk berbasis saham.
- Sentimen investor ritel: Kekhawatiran akan inflasi dan ketidakpastian politik menurunkan kepercayaan pada produk berisiko.
- Biaya manajemen: Beban biaya yang relatif tinggi pada sebagian besar reksa dana saham memperparah hasil bersih bagi pemegang unitlink.
Sementara itu, unitlink pasar uang tetap menghasilkan positif karena karakteristiknya yang lebih defensif, likuiditas tinggi, dan eksposur pada instrumen uang singkat yang kurang terpengaruh oleh fluktuasi pasar saham.
Para ahli menyarankan investor yang menginginkan pertumbuhan jangka panjang tetap mempertimbangkan diversifikasi ke dalam produk obligasi atau pasar uang sebagai penyeimbang, sambil memantau pergerakan kebijakan moneter dan data ekonomi yang dapat memicu pemulihan pasar ekuitas.











