Keuangan.id – 03 April 2026 | NASA berhasil meluncurkan misi Artemis II pada 1 April 2026 dari Launch Pad 39B di Kennedy Space Center, Florida. Empat astronot – Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch dari Amerika Serikat, serta Jeremy Hansen dari Canadian Space Agency – mengarungi ruang angkasa selama kurang lebih sepuluh hari, mengelilingi Bulan dengan lintasan slingshot, dan kembali ke Bumi dengan sejumlah rekor yang belum pernah tercapai sebelumnya.
Rekor‑rekor yang dipecahkan
- Astronaut kulit hitam pertama yang mencapai lingkungan Bulan – Victor Glover menorehkan sejarah sebagai orang kulit hitam pertama yang melampaui orbit rendah Bumi dan memasuki wilayah Bulan. Sebelumnya ia menghabiskan 168 hari di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dan menjadi pilot pertama kapsul Crew Dragon milik SpaceX.
- Perempuan pertama yang mengelilingi Bulan – Christina Koch menjadi wanita pertama yang melampaui orbit rendah Bumi dan memasuki lingkungan Bulan. Ia sebelumnya memegang rekor perempuan dengan masa tinggal terlama di luar angkasa (328 hari) dan ikut dalam spacewalk perempuan pertama bersama Jessica Meir.
- Astronaut non‑Amerika pertama yang mencapai Bulan – Jeremy Hansen, astronot Kanada, menjadi wakil pertama luar Amerika Serikat yang menginjak wilayah Bulan, sekaligus menjadi orang Kanada ke‑10 yang pergi ke luar angkasa.
- Astronaut tertua yang mencapai Bulan – Reid Wiseman, berusia 50 tahun, memecahkan rekor usia tertua yang pernah menginjak lingkungan Bulan, melampaui Alan Shepard yang mendarat pada Apollo 14.
- Jarak terjauh manusia dari Bumi – Kru Artemis II diperkirakan mencapai titik terjauh sekitar 402 000 km (lebih dari 2 400 km dari rekor Apollo 13). Pada fase ini mereka akan kehilangan sinyal radio selama sekitar 50 menit ketika berada di sisi jauh Bulan.
- Kecepatan masuk ulang tercepat dalam sejarah manusia – Saat kembali, kapsul Orion akan meluncur dengan kecepatan lebih dari 40 200 km/jam, melampaui rekor Apollo 10 dan menjadikan para astronot manusia tercepat yang pernah ada, walaupun masih di bawah kecepatan objek buatan tercepat (Parker Solar Probe).
Teknologi dan inovasi pendukung
Artemis II menandai peluncuran berawak pertama roket Space Launch System (SLS), roket setinggi 98 meter yang menjadi tulang punggung misi. Kapsul Orion, yang dikendalikan langsung oleh Victor Glover pada fase kritis pasca‑peluncuran, dilengkapi sistem komunikasi laser yang akan menjadi standar komunikasi antar‑basis di masa depan, termasuk untuk stasiun di Bulan yang direncanakan NASA.
Selain itu, misi ini membawa toilet luar angkasa yang lebih canggih dibandingkan sistem era Apollo, serta sebuah boneka plushy bernama “Rise” yang dirancang oleh seorang anak berusia delapan tahun sebagai indikator gravitasi nol. Boneka tersebut akan melayang ketika kapsul berada dalam kondisi mikrogravitasi, menambah elemen edukatif bagi publik.
Jadwal dan rute perjalanan
Setelah peluncuran pada pukul 18.20 waktu setempat, kru menghabiskan beberapa jam untuk melakukan manuver orbit Bumi, kemudian menyalip orbit lunar pada hari ke‑3. Selama fase slingshot, Orion memanfaatkan gravitasi Bulan untuk mempercepat laju kembali ke Bumi, menghasilkan kecepatan masuk ulang yang sangat tinggi. Total durasi misi diperkirakan sekitar 10 hari, dengan pendaratan kembali ke Samudra Pasifik pada hari ke‑11.
Selama perjalanan, para astronot melakukan eksperimen ilmiah, termasuk pengujian sistem life support baru, studi radiasi kosmik, serta demonstrasi teknologi komunikasi laser. Hasil eksperimen ini akan menjadi dasar bagi Artemis III, yang direncanakan akan mendaratkan manusia di permukaan Bulan pada akhir 2026.
Keseluruhan pencapaian Artemis II tidak hanya menandai kembalinya manusia ke lingkungan Bulan setelah lebih dari setengah abad, tetapi juga membuka jalan bagi eksplorasi lebih jauh, termasuk misi berawak ke Mars dalam dekade mendatang.
