Keuangan.id – 18 April 2026 | Real Sociedad kembali menjadi sorotan utama sepak bola Spanyol menjelang final Copa del Rey melawan Atletico Madrid di Estadio de La Cartuja. Tim asal San Sebastián ini tidak hanya mengandalkan kualitas pemain bintang, tetapi juga kepemimpinan kapten Mikel Oyarzabal dan arahan taktis pelatih muda Pellegrino Matarazzo. Kedua elemen tersebut menjadi bahan perbincangan di antara para pemain dan pengamat, termasuk mantan bintang Prancis Antoine Griezmann yang mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada klub Basque.
Kepemimpinan Oyarzabal dan Penghargaan kepada Matarazzo
Setelah mengamankan tiket final Copa del Rey melalui kemenangan 2-0 atas Athletic Club, kapten Real Sociedad, Mikel Oyarzabal, menegaskan betapa pentingnya peran pelatihnya, Pellegrino Matarazzo, dalam perkembangan tim. “Kami berhutang banyak kepada Matarazzo,” ujar Oyarzabal dalam konferensi pers. “Ia tidak hanya mengubah taktik kami, tetapi juga menanamkan mentalitas kompetitif yang diperlukan untuk melawan tim-tim besar seperti Atletico Madrid.” Oyarzabal menambahkan bahwa kepercayaan yang diberikan Matarazzo kepada pemain muda telah memperkuat kedalaman skuad, memungkinkan Real Sociedad menyesuaikan diri dengan berbagai situasi pertandingan.
Antoine Griezmann: Penghargaan kepada Real Sociedad
Di sisi lain, Antoine Griezmann, pemain bintang Atletico Madrid, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Real Sociedad atas peran penting klub dalam kariernya. “Saya berutang banyak kepada Real Sociedad,” kata Griezmann sebelum final, mengingatkan kembali pada masa mudanya ketika ia bermain di akademi klub tersebut. Penghargaan ini menambah warna emosional pada pertandingan, mengingat Griezmann kini berusaha menambah koleksi trofi bersama Atletico sebelum meninggalkan klub di akhir musim.
Pratinjau Taktik dan Formasi Kedua Tim
Atletico Madrid, dipimpin oleh Diego Simeone, diperkirakan akan menurunkan formasi 4-4-2 dengan kiper Jan Oblak sebagai penyangga utama. Barisan bertahan akan didominasi oleh Nahuel Molina dan Matteo Ruggeri sebagai bek sayap, sementara Robin Le Normand dan Clement Lenglet mengisi posisi tengah. Pada lini tengah, Koke dan Marcos Llorente akan mengendalikan tempo, sedangkan duo penyerang Julian Álvarez dan Griezmann siap memanfaatkan peluang di zona serang.
Real Sociedad, yang dipimpin oleh Matarazzo, diprediksi mengusung formasi 4-2-3-1. Unai Marrero akan menjaga gawang, dengan Jon Aramburu dan Sergio Gómez sebagai bek sayap. Jon Martín dan Aritz Elustondo menjadi tulang punggung di lini tengah, didukung oleh dua gelandang bertahan yang memberi keseimbangan. Mikel Oyarzabal diperkirakan menjadi ujung tombak serangan, didukung oleh gelandang kreatif seperti Alexander Isak (jika tersedia) dan Igor Zubeldia, meski Zubeldia sedang dalam perawatan.
Kekhawatiran Cedera dan Dampaknya
Kedua tim menghadapi masalah cedera yang signifikan. Atletico Madrid kehilangan Pablo Barrios karena cedera paha, sementara Jose Gimenez dan David Hancko masih diragukan kebugarannya. Di pihak Real Sociedad, Inaki Rupérez, Jon Gorrotxategi (cedera pangkal paha), Yangel Herrera (betis), Igor Zubeldia (otot), dan Alvaro Odriozola (ligamen) berada di ruang perawatan. Kekosongan tersebut memaksa pelatih masing-masing untuk menyesuaikan skuad, memberikan kesempatan bagi pemain pengganti untuk tampil di panggung besar.
Perjuangan Real Sociedad di La Liga dan Aspirasi Eropa
Selain mengejar trofi Copa del Rey, Real Sociedad juga bersaing ketat di La Liga, menempati posisi ketujuh dengan harapan masuk kompetisi Eropa musim depan. Pertandingan melawan Alavés yang berakhir 3-3 menunjukkan kemampuan tim untuk bangkit dari keterpurukan, namun juga menyoroti kebutuhan akan stabilitas defensif. Keberhasilan di ajang piala dapat menjadi penentu moral bagi skuad dalam menyelesaikan musim liga.
Prediksi dan Harapan
Dengan kondisi cedera yang melanda kedua belah pihak, prediksi pertandingan menjadi semakin menarik. Atletico Madrid, yang baru saja mencapai semifinal UEFA Champions League, mengandalkan pengalaman dan disiplin taktis Simeone. Namun, Real Sociedad memiliki keunggulan motivasi dan dukungan penuh dari pendukung yang berharap klub dapat menambah koleksi Copa del Rey keempatnya.
Jika Real Sociedad mampu mengeksekusi pressing tinggi yang diajarkan Matarazzo, serta memanfaatkan kecepatan Oyarzabal di sisi sayap, mereka berpotensi membuka celah pertahanan Atletico. Sebaliknya, Atletico harus mengandalkan ketangguhan pertahanan dan kemampuan Griezmann dalam memanfaatkan peluang set‑piece.
Final Copa del Rey menjanjikan pertarungan sengit antara dua filosofi sepak bola yang berbeda: dinamika menyerang Real Sociedad yang dipimpin oleh pemuda berbakat, dan pendekatan pragmatis Atletico Madrid yang berpengalaman. Penggemar sepak bola Spanyol di seluruh dunia menantikan aksi dramatis yang dapat menentukan nasib trofi bergengsi tersebut.
Dengan segala tekanan, harapan, dan rasa terima kasih yang meluas di antara pemain dan pelatih, final ini tidak sekadar pertandingan—melainkan panggung untuk menegaskan warisan klub, menambah catatan pribadi, dan memperkuat ikatan emosional antara pemain, pelatih, serta para pendukung.











