Keuangan.id – 21 April 2026 | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Indonesia tengah memasuki fase baru pembangunan ekonomi dengan menumpukan pada tiga pilar utama. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing, memperluas inklusi ekonomi, serta mendorong inovasi berkelanjutan.
Pilar 1: Pertumbuhan Inklusif
Pilar pertama menitikberatkan pada penciptaan lapangan kerja yang luas, peningkatan akses kredit bagi UMKM, serta penguatan sektor riil. Langkah-langkah ini meliputi pembiayaan infrastruktur, program bantuan sosial terarah, dan reformasi regulasi untuk memperlancar investasi.
Pilar 2: Inovasi dan Teknologi
Pilar kedua berfokus pada adopsi teknologi digital, riset dan pengembangan, serta penguatan ekosistem startup. Pemerintah berencana memperluas jaringan broadband, memberikan insentif pajak bagi perusahaan teknologi, dan meningkatkan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan industri.
Pilar 3: Pembangunan Berkelanjutan
Pilar ketiga mengintegrasikan pertimbangan lingkungan dalam kebijakan ekonomi. Ini mencakup pengembangan energi terbarukan, pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab, serta penerapan standar ESG (Environmental, Social, Governance) pada proyek-proyek besar.
| Pilar | Fokus Utama | Target Jangka Pendek |
|---|---|---|
| Pertumbuhan Inklusif | Penciptaan lapangan kerja & pembiayaan UMKM | Penurunan pengangguran 2% dalam 2 tahun |
| Inovasi dan Teknologi | Digitalisasi & startup | Penambahan 10.000 startup baru dalam 3 tahun |
| Pembangunan Berkelanjutan | Energi terbarukan & ESG | 25% bauran energi terbarukan pada 2028 |
Dengan tiga pilar tersebut, Purbaya berharap ekonomi Indonesia dapat bertransformasi menjadi lebih resilient, kompetitif, dan ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.











