Purbaya Lapor APBN Tekor Rp240,1 Triliun di Kuartal I 2026

Purbaya Lapor APBN Tekor Rp240,1 Triliun di Kuartal I 2026
Purbaya Lapor APBN Tekor Rp240,1 Triliun di Kuartal I 2026

Keuangan.id – 07 April 2026 | Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada kuartal I tahun 2026 mencapai Rp240,1 triliun, setara 0,93 % dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini lebih tinggi dibandingkan defisit pada kuartal yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp104,2 triliun atau 0,43 % PDB.

  • Belanja negara hingga akhir kuartal I 2026 tercatat Rp815 triliun, menyumbang 31,4 % dari total anggaran.
  • Pendapatan negara pada periode yang sama mencapai Rp574,9 triliun, meningkat 10,5 % dibandingkan tahun sebelumnya.
  • Pemerintah memperkirakan bahwa percepatan belanja ini akan memberikan dorongan kuat bagi pertumbuhan ekonomi, dengan proyeksi PDB kuartal I 2026 sebesar 5,5 % atau lebih.

Purbaya menekankan bahwa defisit APBN memang dirancang sebagai bagian dari kebijakan fiskal, dan bahwa pemerintah terus memantau keseimbangan antara pendapatan dan belanja sepanjang tahun untuk memastikan keberlanjutan fiskal.

Secara historis, rata‑rata penyerapan belanja pada kuartal I berkisar sekitar 17 % dari total anggaran. Kenaikan menjadi 21,2 % pada 2026 menandakan percepatan pelaksanaan program-program pemerintah yang telah direncanakan sejak awal tahun anggaran.

Dengan belanja yang lebih merata, diharapkan tekanan pada akhir tahun fiskal dapat berkurang, sekaligus meningkatkan kontribusi sektor publik terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *