Keuangan.id – 16 April 2026 | PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) mengumumkan rencana konversi utang menjadi saham melalui penawaran umum bersifat terbatas (PMTHMETD) dalam skala besar. Langkah ini bertujuan merestrukturisasi beban hutang perusahaan dan meningkatkan modal kerja.
Dalam skema konversi, kreditor utama akan menukarkan piutang mereka dengan saham baru yang akan diterbitkan. Total nilai konversi diperkirakan mencapai sekitar Rp1,2 triliun.
- Jumlah saham baru yang akan diterbitkan diperkirakan mencapai sekitar 10 juta lembar.
- Setelah konversi, kepemilikan investor lama dapat turun hingga 85,3%.
- Persentase kepemilikan kreditor setelah konversi diperkirakan mencapai sekitar 14,7%.
Berikut perkiraan struktur kepemilikan sebelum dan sesudah konversi:
| Periode | Kepemilikan Investor Lama | Kepemilikan Kreditor |
|---|---|---|
| Pra-konversi | ~100% | 0% |
| Pasca-konversi | 85,3% | 14,7% |
Implikasi utama bagi pemegang saham adalah potensi dilusi kepemilikan, namun diharapkan peningkatan struktur modal dapat memperbaiki likuiditas dan menurunkan beban bunga. Analis memperkirakan bahwa langkah ini dapat menstabilkan kinerja keuangan UNSP dalam jangka menengah, asalkan perusahaan mampu mengoptimalkan operasional perkebunan dan diversifikasi produk.
Proses konversi diperkirakan selesai dalam beberapa bulan ke depan, dengan persetujuan regulator dan otoritas pasar modal sebagai prasyarat. Investor dan pemangku kepentingan dianjurkan untuk memantau perkembangan lebih lanjut melalui laporan resmi perusahaan.
