Keuangan.id – 17 April 2026 | Semarang – Pada Kamis, 16 April 2026, Kombes Heri Wahyudi resmi dilantik sebagai Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolrestabes) Semarang menggantikan Brigjen Pol. M. Syahduddi. Upacara serah terima jabatan (sertijab) dilaksanakan di markas Polrestabes Semarang dengan mengacu pada Keputusan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia No. Kep/440/II/2026 serta Surat Telegram Kapolri No. ST/440/II/KEP./2026.
Acara dimulai pukul 08.15 WIB dengan prosesi adat kepolisian: pengalungan bunga, pemberian buket, laporan jajar kehormatan, hingga pedang pora. Selanjutnya dilakukan pemotongan pita bunga melati di lobi Mapolrestabes sebagai simbol dimulainya kepemimpinan baru. Setelah laporan kesatuan selesai, Brigjen M. Syahduddi menyampaikan capaian kinerja satuan selama masa jabatannya, menyoroti penurunan angka kriminalitas dan peningkatan kerja sama lintas‑instansi.
Pesan Perdana Kombes Heri Wahyudi
Setelah resmi menjabat, Kombes Heri menyampaikan pesan perdana kepada seluruh anggota Polri di Semarang:
- Fokus pada profesionalisme, integritas, dan pelayanan publik yang berorientasi pada masyarakat.
- Perkuat kolaborasi dengan instansi pemerintah daerah, BNN, dan organisasi kemasyarakatan dalam penanggulangan narkoba.
- Optimalkan penggunaan teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan transparansi.
- Tegakkan disiplin internal serta beri penghargaan kepada personel berprestasi.
Pesan tersebut diakhiri dengan penyerahan buku laporan kesatuan yang menandakan kesinambungan program kerja.
Setelah upacara, seluruh personel mengikuti Apel Farewell Parade di lapangan Mapolrestabes, menandai transisi kepemimpinan secara formal.
Kapolda Riau Luncurkan Gerakan Anti Narkoba Nasional
Pada hari yang sama, di Aula Tribrata Lantai 5 Polda Riau, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengukuhkan 23 Duta Anti Narkoba dan mendeklarasikan Kampung Tangguh Anti Narkoba sebagai upaya preventif berbasis masyarakat. Acara ini menyoroti peristiwa tragis di Panipahan yang dijadikan “wake‑up call” bagi seluruh pemangku kepentingan.
Irjen Herry menegaskan pentingnya sinergi antara Polri, BNN, Bea Cukai, TNI, pemerintah daerah, hingga masyarakat untuk memberantas peredaran narkoba yang kini tidak hanya menjadi jalur transit, melainkan pasar utama di Indonesia.
| Tahun | Kasus Narkoba Terungkap | Jumlah Tersangka | Jiwa Terselamatkan (juta) |
|---|---|---|---|
| 2025‑2026 | 3.287 | 4.719 | 5,3 |
Data tersebut menunjukkan skala ancaman yang masif, dengan lebih dari tiga ribu kasus terungkap dalam satu setengah tahun terakhir. Kapolda menambahkan bahwa selain penindakan, fokus harus diarahkan pada perubahan sosial melalui program edukasi, pemberian mesin ketinting kepada nelayan, dan penguatan ekonomi produktif.
Di antara 23 duta, aktor Okan Cornelius terpilih sebagai duta nasional dan menyampaikan pesan kuat mengenai peran generasi muda sebagai garda terdepan melawan penyalahgunaan narkoba. Acara juga menampilkan seni budaya, termasuk pembacaan puisi oleh Sendy Alpagari dan pertunjukan teatrikal dari Riau Creative Hub.
Sinergi Kedua Kebijakan
Kedua peristiwa ini mencerminkan komitmen kepolisian di tingkat regional untuk meningkatkan keamanan dan kesejahteraan masyarakat. Sementara di Semarang, Kombes Heri Wahyudi menekankan profesionalisme dan kolaborasi lintas‑instansi dalam penanggulangan kejahatan, termasuk narkotika. Di Riau, Kapolda Herry Heryawan menegaskan bahwa upaya preventif berbasis komunitas harus didukung oleh kepemimpinan yang tegas dan inovatif.
Dengan fokus pada integritas, teknologi, dan kerja sama multi‑pihak, diharapkan kedua wilayah dapat menurunkan angka kriminalitas dan narkoba secara signifikan dalam tahun-tahun mendatang.
Keberhasilan implementasi program-program ini akan sangat bergantung pada konsistensi tindakan, dukungan masyarakat, serta pengawasan internal yang ketat. Jika sinergi ini terjalin baik, Polri dapat menjadi garda utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, bersih, dan produktif bagi seluruh warga Indonesia.
