Keuangan.id – 11 April 2026 | Standar akuntansi baru PSAK 117 yang mulai diterapkan pada tahun 2025 memberikan dampak signifikan terhadap laporan keuangan perusahaan asuransi di Indonesia. Tugu Insurance (TUGU) menjadi salah satu benefisiari utama, mencatat laba bersih sebesar Rp 711,06 miliar, melampaui ekspektasi pasar.
Beberapa faktor kunci yang memicu lonjakan laba antara lain:
- Revaluasi liabilitas teknis sesuai ketentuan PSAK 117, yang mengurangi beban cadangan dan meningkatkan profitabilitas.
- Penerapan metode pengukuran nilai wajar pada investasi, menghasilkan kenaikan nilai tercatat aset finansial.
- Optimalisasi biaya operasional melalui digitalisasi proses underwriting dan klaim.
- Peningkatan penetrasi pasar asuransi jiwa dan kesehatan dalam segmen menengah ke atas.
Berikut ringkasan kinerja keuangan Tugu Insurance sebelum dan sesudah penerapan PSAK 117:
| Tahun | Laba Bersih (Rp Miliar) | Margin Laba (%) |
|---|---|---|
| 2024 | 540,22 | 12,3 |
| 2025 | 711,06 | 16,1 |
Para analisanya menilai bahwa kenaikan margin laba tidak semata-mata berasal dari perubahan akuntansi, melainkan kombinasi antara strategi bisnis yang lebih agresif dan adaptasi cepat terhadap regulasi baru. Ke depan, Tugu Insurance diproyeksikan akan terus menambah pangsa pasar, terutama di segmen asuransi mikro yang tengah berkembang.
Implementasi PSAK 117 diharapkan akan meningkatkan transparansi laporan keuangan seluruh industri, sekaligus memberikan sinyal positif bagi investor yang mencari perusahaan dengan fondasi akuntansi yang kuat dan profitabilitas berkelanjutan.











