Berita  

Prabowo Dorong PLTS 17 GW Tahun Ini, Langkah Awal Menuju Target 100 GW Nasional

Prabowo Dorong PLTS 17 GW Tahun Ini, Langkah Awal Menuju Target 100 GW Nasional
Prabowo Dorong PLTS 17 GW Tahun Ini, Langkah Awal Menuju Target 100 GW Nasional

Keuangan.id – 25 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk mempercepat transisi energi dengan menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 17 gigawatt (GW) dalam tahun ini. Target ini menjadi batu loncatan strategis menuju ambisi nasional sebesar 100 GW energi surya yang direncanakan dapat tercapai dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Prioritas Kementerian ESDM pada Tahap I

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, mengungkapkan bahwa Kementerian ESDM telah menyusun rencana detail untuk fase pertama pembangunan PLTS 17 GW. Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) tengah melakukan pemetaan lokasi potensial, dengan fokus pada wilayah yang memiliki biaya pokok penyediaan listrik (BPP) tinggi pada jaringan PLN. Pendekatan ini diharapkan dapat mengoptimalkan penggantian pembangkit listrik berbahan bakar diesel dan solar dengan sumber energi bersih.

Strategi Penutupan PLTD dan Penghematan BBM

Sejalan dengan rencana tersebut, pemerintah berencana menutup 13 unit Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang selama ini beroperasi di bawah naungan PLN. Penutupan ini diproyeksikan dapat menghemat impor bahan bakar minyak (BBM) hingga 200 ribu barel per hari, atau sekitar 20 persen dari total kebutuhan impor solar. Penghematan tersebut akan memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi defisit neraca perdagangan.

Peran PLN Indonesia Power dalam Akselerasi

PT PLN Indonesia Power (PLN IP) menegaskan dukungan penuh terhadap target 100 GW PLTS. Melalui partisipasinya dalam ajang Solartech Indonesia 2026, perusahaan menampilkan inovasi teknologi surya, baik dalam skala pembangkit utilitas maupun rooftop solar PV. Direktur Utama Bernadus Sudarmanta menyatakan komitmen perusahaan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur PLTS di seluruh wilayah Indonesia, selaras dengan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yang menargetkan net zero emission pada tahun 2060.

Implikasi Ekonomi dan Sosial

Pembangunan PLTS 17 GW diperkirakan akan membuka ribuan lapangan kerja, baik dalam fase konstruksi maupun operasional. Selain itu, investasi dalam energi terbarukan diharapkan dapat menarik dana asing, memperkuat industri manufaktur komponen surya domestik, dan meningkatkan kapasitas produksi listrik yang lebih bersih dan terjangkau. Pemerintah juga menekankan bahwa prioritas pembangunan akan diarahkan ke daerah dengan kebutuhan listrik tinggi dan ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Tantangan dan Langkah Selanjutnya

Meskipun ambisi pemerintah menggiurkan, tantangan teknis dan regulasi tetap harus diatasi. Penyediaan lahan, integrasi jaringan, serta ketersediaan material seperti silikon dan inverter menjadi faktor kritis. Kementerian ESDM berjanji akan mempercepat perizinan, memberikan insentif fiskal, serta memperkuat kolaborasi dengan sektor swasta untuk menurunkan biaya investasi.

Secara keseluruhan, target pembangunan PLTS 17 GW tahun ini menandai momentum penting dalam upaya Indonesia mengurangi ketergantungan pada energi fosil, meningkatkan kemandirian energi, dan mendukung agenda perubahan iklim global. Keberhasilan fase awal ini akan menjadi penentu bagi pencapaian target 100 GW yang lebih ambisius dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *