Keuangan.id – 12 Maret 2026 | JAKARTA, 12 Maret 2026 – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) resmi mengonfirmasi keberadaan empat unit simulator berkuda yang masing‑masing dibanderol dengan harga Rp1 miliar. Alat simulasi ini berada di Direktorat Satwa Korsabhara Badan Pemelihara Keamanan Polri dan ditujukan untuk meningkatkan kemampuan dasar personel dalam menunggang kuda, melompat rintangan, serta latihan balapan.
Latihan Dasar hingga Balapan: Empat Unit dengan Fungsi Berbeda
Irjen Jhonny Edison Isir, Kadiv Humas Polri, menjelaskan bahwa keempat simulator tersebut dibeli sejak anggaran tahun 2016 (TA 2016) melalui alokasi dana PLN. “Simulasi berkuda adalah anggaran PLN TA 2016,” tegasnya pada konferensi pers di Gedung Humas Polri, Rabu (12/3). Setiap unit memiliki spesifikasi khusus:
- Unit 1: Latihan dasar menunggang, mencakup langkah kaki (walk) dan trot.
- Unit 2: Simulasi lari (canter) dan galop, menekankan sinkronisasi ritme kaki penunggang.
- Unit 3: Teknik jumping atau lompat rintangan, memungkinkan personel berlatih dengan berbagai tinggi halang‑rintang.
- Unit 4: Dua sub‑unit yang difungsikan untuk latihan balapan, meniru kondisi lintasan kompetisi.
Dengan adanya fasilitas ini, Polri menargetkan peningkatan kompetensi personel Satwa Korsabhara dalam operasi lapangan yang memerlukan mobilitas berkuda, terutama di wilayah‑wilayah dengan akses terbatas untuk kendaraan bermotor.
Viral di Media Sosial, Penjelasan Resmi dari Polri
Awal kemunculan berita bermula ketika Kasubdit Cakkal Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri, Gatot Aris Purbaya, mengunggah video fasilitas simulator melalui akun Instagram pribadinya @garistrakos.official. Video tersebut menampilkan ruangan berisi empat alat simulasi dengan layar monitor dan kursi penunggang yang dapat bergetar mengikuti gerakan virtual.
Reaksi publik pun beragam, mulai dari kekaguman hingga pertanyaan tentang penggunaan dana. Menanggapi hal tersebut, Mabes Polri menegaskan bahwa simulator tersebut merupakan bagian dari upaya modernisasi sarana pelatihan internal kepolisian, sekaligus menambah nilai kompetensi personel dalam menghadapi situasi tak terduga.
Manfaat Strategis dan Operasional
Penggunaan simulator berkuda memberikan sejumlah keuntungan strategis:
- Penghematan biaya operasional, karena tidak perlu mengeluarkan biaya pemeliharaan kuda hidup.
- Keselamatan personel terjaga, mengurangi risiko cedera saat latihan di alam terbuka.
- Fleksibilitas jadwal pelatihan, memungkinkan latihan intensif di dalam ruangan tanpa dipengaruhi cuaca.
- Pengembangan taktik berkuda yang terintegrasi dengan teknologi digital, memperkuat kemampuan respon cepat dalam operasi.
Irjen Isir menambahkan, selain empat unit utama, Polri juga menyiapkan program pelatihan lanjutan yang melibatkan virtual reality (VR) untuk simulasi situasi darurat, seperti pengejaran tersusul kuda liar atau evakuasi di medan berbukit.
Anggaran dan Transparansi
Total investasi sebesar Rp4 miliar untuk empat unit simulasi ini memang signifikan, namun Polri menegaskan bahwa dana tersebut telah dialokasikan secara transparan melalui anggaran tahunan. Seluruh proses pengadaan mengikuti prosedur lelang publik, dengan pengawasan internal dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk memastikan tidak terjadi penyalahgunaan.
Selanjutnya, Polri berencana membuka pintu bagi lembaga pendidikan kepolisian lain untuk mengakses fasilitas ini melalui program kolaborasi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.
Dengan kehadiran teknologi simulasi berkuda tercanggih di Indonesia, Polri tidak hanya memperkuat kemampuan taktis personelnya, tetapi juga menegaskan komitmen institusi terhadap modernisasi dan profesionalisme dalam rangka melayani masyarakat secara lebih efektif.
