Keuangan.id – 30 Maret 2026 | Jakarta, 29 Maret 2026 – Menjelang puncak arus balik Lebaran 2026, kepolisian Republik Indonesia (Polri) menegaskan bahwa tidak terjadi penumpukan kendaraan pada jalur balik dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak. Pernyataan tersebut disampaikan oleh perwakilan Polri di Lampung Selatan setelah melakukan pemantauan langsung di area pelabuhan pada dini hari minggu, 29 Maret 2026.
Situasi di Pelabuhan Bakauheni
Ribuan pemudik, baik pejalan kaki maupun pengguna kendaraan pribadi, terus berdatangan ke Pelabuhan Bakauheni pada hari ketujuh setelah Lebaran (H+7). Mereka memilih jam malam sebagai waktu keberangkatan untuk menghindari kepadatan lalu lintas pada siang hari dan untuk dapat kembali bekerja lebih cepat. Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, memperkirakan jumlah kendaraan yang menyeberang ke Pulau Jawa pada gelombang kedua arus balik mencapai 25.000 hingga 27.000 unit. Sampai pukul 15.30 WIB pada hari itu, sudah tercatat sekitar 18.000 kendaraan yang melakukan reservasi.
Langkah Pengamanan dan Pengaturan Lalu Lintas
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, otoritas Pelabuhan Bakauheni menerapkan serangkaian prosedur operasional, antara lain:
- Delay system: penundaan sementara kendaraan yang belum terjadwal untuk menyeimbangkan volume lalu lintas.
- Skrining tiket: verifikasi tiket secara digital guna mempercepat proses masuk ke area penyeberangan.
- TBB (Tiba‑Bongkar‑Berangkat): mekanisme yang mengatur kendaraan agar segera dibongkar setelah tiba, mengurangi waktu menunggu di dermaga.
Strategi tersebut didukung oleh koordinasi intens antara Polri, Satpol PP, serta petugas kepelabuhan. Tim pengamanan menempatkan pos-pos kontrol di beberapa titik utama, termasuk pintu masuk area parkir, jalur penyeberangan kendaraan, serta jalur pejalan kaki. Selain itu, patroli kendaraan dan kamera CCTV dipantau secara real‑time untuk mendeteksi potensi kemacetan atau pelanggaran aturan lalu lintas.
Pernyataan Polri
Komandan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lampung Selatan, Kombes Pol. Agus Santoso, menyatakan bahwa tidak ada laporan penumpukan signifikan pada jalur balik. “Kami terus memantau situasi secara dinamis. Sampai saat ini, arus kendaraan dapat mengalir dengan lancar, tidak ada indikasi kemacetan yang mengganggu perjalanan pemudik,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa seluruh titik kontrol telah beroperasi sesuai standar, dan petugas siap melakukan penyesuaian bila terjadi perubahan kondisi.
Reaksi Pemudik
Beberapa pemudik yang berhasil melewati proses TBB mengungkapkan kepuasan mereka terhadap kelancaran arus balik. “Saya berangkat malam karena takut macet di siang hari. Dengan prosedur baru, proses naik kapal menjadi lebih cepat, jadi tidak perlu menunggu lama di pelabuhan,” kata Budi, seorang supir truk dari Jawa Tengah. Sementara itu, pejalan kaki yang menyeberang menggunakan feri menyatakan rasa aman berkat kehadiran petugas keamanan yang terus melakukan pemeriksaan tiket dan identitas.
Prediksi Lalu Lintas Selanjutnya
Para ahli transportasi memperkirakan bahwa arus balik akan tetap stabil selama 24‑48 jam ke depan, mengingat sebagian besar pemudik telah memilih jam malam. Mereka menekankan pentingnya disiplin pemudik dalam mematuhi jadwal dan prosedur yang telah ditetapkan. “Jika pemudik tetap mengikuti antrian yang diatur, serta tidak mencoba masuk secara paksa, maka potensi kemacetan dapat diminimalisir,” ujar Dr. Siti Nurhaliza, dosen Fakultas Teknik Transportasi Universitas Gadjah Mada.
Secara keseluruhan, kombinasi antara kebijakan operasional pelabuhan, pengawasan ketat dari Polri, serta kesadaran pemudik untuk mematuhi prosedur telah menciptakan kondisi yang relatif tertib pada arus balik Lebaran kali ini. Pihak berwenang tetap siap menambah personel atau mengaktifkan langkah darurat bila diperlukan, namun hingga kini tidak ada indikasi penumpukan signifikan pada jalur Bakauheni‑Merak.
Dengan demikian, para pemudik dapat melanjutkan perjalanan pulang ke Pulau Jawa dengan aman dan tepat waktu, sekaligus mengurangi risiko kemacetan yang biasanya menjadi tantangan utama selama periode balik Lebaran.











