Berita  

Polisi Buru 2 Pelaku Begal Sadis di Astana Anyar Bandung, Fakta Mengejutkan

Polisi Buru 2 Pelaku Begal Sadis di Astana Anyar Bandung, Fakta Mengejutkan
Polisi Buru 2 Pelaku Begal Sadis di Astana Anyar Bandung, Fakta Mengejutkan

Keuangan.id – 19 Mei 2026 | Senin, 18 Mei 2026 – Jakarta, VIVA

Media sosial kembali dihebohkan dengan kabar seorang model wanita bernama Ansy Jan De Vries yang dikabarkan menjadi korban pembegalan brutal di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Dalam narasi yang viral di Threads, korban disebut dibacok orang tak dikenal saat pulang kerja menggunakan ojek online. Cerita itu menyebar luas dan memicu kekhawatiran publik. Apalagi disebutkan korban mengalami luka serius hingga harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Namun, setelah ditelusuri polisi, fakta di lapangan justru belum mengarah pada dugaan begal seperti yang ramai dibicarakan warganet. Polda Metro Jaya mengaku belum menemukan data maupun bukti yang menguatkan kabar viral tersebut. Bahkan, nama korban yang disebut dalam unggahan itu tidak tercatat sebagai pasien di RS Sumber Waras.

"Polsek Kebon Jeruk dan Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat telah melakukan pengecekan awal lokasi yang diduga tempat kejadian perkara dan mendatangi Rumah Sakit Sumber Waras," tutur Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, Senin, 18 Mei 2026.

Polisi telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi yang disebut sebagai tempat kejadian perkara di sekitar kawasan samping tol Kebon Jeruk. Namun hingga kini, belum ditemukan petunjuk kuat terkait dugaan pembacokan tersebut. Tak hanya itu, hasil pemeriksaan di rumah sakit juga membuat cerita viral itu semakin dipertanyakan.

"Tidak ditemukan data pasien atas nama yang disebutkan dalam unggahan tersebut dalam kurun waktu satu bulan terakhir," kata dia.

Meski begitu, polisi belum buru-buru menyimpulkan kabar tersebut hoaks. Penyidik masih mengumpulkan informasi dan melakukan verifikasi terhadap seluruh narasi yang telanjur viral di medsos. "Saat ini informasi tersebut masih dalam tahap verifikasi lebih lanjut, sehingga belum dapat dipastikan kebenarannya," katanya.

Polisi berjanji akan terus menginvestigasi dan menemukan kebenaran sebenarnya. "Kami tidak akan melepaskan kasus ini begitu saja," kata Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto.

Di sisi lain, masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak tergoyahkan oleh berita yang belum terkonfirmasi. "Jangan terlalu terburu-buru percayai berita yang belum terkonfirmasi," kata seorang analis keamanan.

Polisi berharap dengan kejelasan yang ada, masyarakat dapat mengetahui kebenaran sebenarnya dan tidak terus-menerus diburu oleh berita yang belum terkonfirmasi.

Exit mobile version