Keuangan.id – 10 April 2026 | Persib Bandung dan Borneo FC resmi mengamankan dua slot berlaga di kompetisi Asia setelah menutup musim Liga 1 2025/2026 dengan performa konsisten. Kedua klub menempati peringkat pertama dan kedua klasemen akhir, sementara tim peringkat ketiga dan keempat – PSBS Biak dan Persita Tangerang – tidak mendapatkan kesempatan melanjutkan ke ASEAN Club Championship, menimbulkan perdebatan di kalangan pengamat sepak bola Indonesia.
Dominasi Persib dan Borneo di Puncak Klasemen
Persib Bandung mengakhiri kampanye liga dengan 70 poin, mencatat 21 kemenangan, 7 seri, dan hanya 2 kekalahan. Gol mereka yang produktif, dipimpin oleh penyerang utama yang mencetak 18 gol, menjadi faktor kunci dalam meraih gelar juara domestik. Di sisi lain, Borneo FC menempati posisi runner‑up dengan 57 poin, mengungguli pesaing tradisional seperti Bali United dan Arema FC. Konsistensi pertahanan Borneo, yang hanya kebobolan 22 kali sepanjang musim, memberi mereka keunggulan strategis untuk melaju ke ajang AFC Cup.
Kedua tim kini bersiap menghadapi tantangan tingkat Asia, dengan persiapan meliputi perpanjangan kontrak pemain asing, penyesuaian taktik, serta penambahan fasilitas medis. Menurut pelatih Persib, fokus utama adalah menyesuaikan kecepatan permainan dengan standar kompetisi AFC, sementara Borneo menekankan pada penguatan lini tengah untuk mengatasi tekanan lawan internasional.
Kenapa Peringkat 3‑4 Tidak Dikirim ke ASEAN Club Championship?
Keputusan PSSI untuk tidak mengirimkan peringkat ketiga (PSBS Biak) dan keempat (Persita Tangerang) ke ASEAN Club Championship muncul setelah evaluasi klub-klub tersebut terhadap lisensi klub, infrastruktur, dan kemampuan finansial. Persyaratan lisensi AFC menuntut standar stadion, sistem keamanan, serta audit keuangan yang ketat. Kedua tim tersebut masih dalam proses memperbaiki fasilitas dan belum memenuhi kriteria Minimum Club Licensing yang ditetapkan.
Pihak liga menegaskan bahwa keputusan ini diambil demi menjaga reputasi kompetisi regional serta memastikan bahwa klub yang berpartisipasi mampu menampilkan level kompetisi yang sebanding. Meski demikian, penggemar dan analis menilai keputusan tersebut sebagai peluang terlewat untuk memperluas eksposur klub-klub menengah di Asia Tenggara.
Drama Tiket Pesawat PSBS Biak: Dampak pada Kompetisi
Sementara Persib dan Borneo bersiap ke Asia, PSBS Biak mengalami kendala logistik yang menguji ketahanan tim. Pada minggu menjelang pertemuan melawan Borneo FC di Samarinda, tim PSBS terpaksa menunda keberangkatan karena tiket pesawat yang habis akibat peningkatan permintaan pasca Lebaran. Manajer Alex Yarangga mengakui bahwa situasi ini memaksa tim mengajukan penjadwalan ulang kepada ILeague, namun permohonan tersebut ditolak.
Solusi yang diberikan liga berupa pencarian alternatif transportasi membuat PSBS harus kembali ke Yogyakarta setelah laga tandang melawan Bali United, kemudian melanjutkan perjalanan ke Kalimantan. Kondisi ini mengurangi waktu pemulihan pemain, menambah kelelahan, dan berpotensi memengaruhi performa tim dalam pertandingan krusial melawan Borneo FC.
Meski demikian, PSBS berhasil menambah satu poin penting dengan hasil imbang 1‑1 melawan Borneo, menunjukkan ketangguhan mental di tengah tekanan. Namun, hasil tersebut tidak cukup untuk menembus zona ASEAN Club Championship.
Implikasi Finansial dan Strategis
Keberhasilan Persib dan Borneo di kancah Asia diperkirakan akan meningkatkan pendapatan klub melalui hak siar, sponsor, dan penjualan merchandise. Estimasi pendapatan tambahan mencapai puluhan miliar rupiah per klub selama fase grup kompetisi AFC. Sebaliknya, PSBS Biak dan Persita Tangerang harus mencari alternatif pendapatan, seperti mengoptimalkan program akademi dan menjalin kerjasama dengan sponsor lokal.
Secara strategis, PSSI berencana melakukan evaluasi kembali kriteria lisensi klub untuk musim mendatang, dengan harapan lebih banyak tim dapat memenuhi standar dan memperluas representasi Indonesia di kompetisi regional.
Dengan persaingan yang semakin ketat, persiapan intensif Persib dan Borneo menjadi contoh bagi klub lain untuk meningkatkan profesionalisme, baik di aspek teknis maupun administratif. Sementara itu, PSBS Biak harus mengatasi tantangan logistik dan struktural agar dapat bersaing di level yang lebih tinggi pada musim berikutnya.











