Keuangan.id – 08 Mei 2026 | Perang saingan antara keadilan dan kekerasan terus berlangsung di berbagai belahan dunia. Salah satu contoh yang menarik adalah peristiwa riot yang terjadi di beberapa negara, termasuk Rusia dan Uttar Pradesh.
Rusia telah menjadi sorotan internasional karena partisipasinya dalam Festival Seni Venesia (Venice Biennale) yang baru saja berlangsung. Grup aktivis punk, Pussy Riot, melakukan unjuk rasa luar biasa di depan paviliun Rusia, memaksa festival itu ditutup sementara.
Mereka mengkritik Rusia atas invasi ke Ukraina dan mengatakan bahwa kehadiran Rusia di festival itu adalah bentuk kesombongan dan kekerasan. ‘Mereka sedang menikmati vodka dan champagne di paviliun mereka, tetapi mereka membiarkan darah anak-anak Ukraina,’ kata Nadya Tolokonnikova, anggota Pussy Riot.
Di sisi lain, Uttar Pradesh di India telah melihat penurunan drastis dalam jumlah riot dan kasus penculikan selama beberapa tahun terakhir. Menurut laporan NCRB 2024, tidak ada kasus riot di Uttar Pradesh selama sembilan tahun terakhir.
Dengan kebijakan nol toleransi terhadap kejahatan dan penegakan hukum yang ketat, pemerintah Uttar Pradesh berhasil menyingkirkan elemen-elemen antisosial yang berusaha mencetuskan kekerasan.
Perbedaan antara Rusia dan Uttar Pradesh ini menunjukkan bahwa ada dua jalur yang berbeda dalam menyelesaikan konflik dan menegakkan keadilan. Rusia lebih memilih jalan kekerasan dan kesombongan, sedangkan Uttar Pradesh memilih jalan keadilan dan penegakan hukum.
Jadi, apa yang dapat kita pelajari dari peristiwa riot ini? Pertama, bahwa kekerasan dan kesombongan tidak pernah akan menyelesaikan masalah. Kedua, bahwa penegakan hukum dan keadilan adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang damai dan adil.
