Iran Minta Rusia & China Gabung Negosiasi dengan AS: Apa yang Terjadi di Balik Layar?

Iran Minta Rusia & China Gabung Negosiasi dengan AS: Apa yang Terjadi di Balik Layar?
Iran Minta Rusia & China Gabung Negosiasi dengan AS: Apa yang Terjadi di Balik Layar?

Keuangan.id – 08 Mei 2026 | Iran baru-baru ini mengajak Rusia dan China untuk bergabung dalam negosiasi dengan Amerika Serikat (AS). Langkah ini diambil dalam rangka mencari solusi atas ketegangan yang terjadi di Selat Hormuz.

Menurut informasi yang diperoleh, Rusia dan China diperkirakan akan memveto rancangan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait Selat Hormuz dan sanksi terhadap Iran. Hal ini disebabkan karena rancangan resolusi tersebut mengisyaratkan sanksi terhadap Iran dan tidak secara khusus menyebut AS dan Israel sebagai pihak yang memulai perang.

Posisi Rusia dan China

Rusia dan China memiliki hak veto di Dewan Keamanan PBB, sehingga keputusan mereka sangat menentukan. Keduanya telah memberitahu anggota dewan bahwa mereka berencana untuk memveto rancangan resolusi tersebut.

Alasan utama dari keputusan ini adalah karena rancangan resolusi tersebut dianggap tidak adil dan hanya menguntungkan AS dan sekutunya. Rusia dan China juga khawatir bahwa sanksi terhadap Iran akan memperburuk situasi di kawasan tersebut.

Reaksi dari Negara Lain

Negara-negara Teluk, seperti Qatar, Bahrain, dan Uni Emirat Arab (UEA), telah menekankan pentingnya memulihkan tingkat lalu lintas seperti sebelum perang di jalur laut Selat Hormuz. Mereka juga menuntut agar Iran segera berpartisipasi dan mendukung upaya PBB untuk membangun koridor kemanusiaan di kawasan tersebut.

AS dan sekutunya juga telah menyatakan dukungan mereka terhadap rancangan resolusi tersebut. Namun, mereka juga menyadari bahwa keputusan Rusia dan China dapat mempengaruhi hasil akhir dari negosiasi.

Iran sendiri telah mengkritik rancangan resolusi tersebut dan menyatakan bahwa AS dan Bahrain berupaya melegitimasi tindakan AS yang melanggar hukum di Selat Hormuz. Iran juga menegaskan bahwa mereka tidak akan menyerah terhadap tekanan dari AS dan sekutunya.

Dalam situasi yang kompleks ini, masih belum jelas apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun, yang jelas adalah bahwa ketegangan di Selat Hormuz masih sangat tinggi dan memerlukan solusi yang adil dan efektif.

Exit mobile version