Penyaluran MBG Dipangkas, Potensi Hemat Bisa Tembus Rp20 Triliun

Penyaluran MBG Dipangkas, Potensi Hemat Bisa Tembus Rp20 Triliun
Penyaluran MBG Dipangkas, Potensi Hemat Bisa Tembus Rp20 Triliun

Keuangan.id – 01 April 2026 | Pemerintah Indonesia akan menyesuaikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengurangi frekuensi penyaluran dari enam hari menjadi lima hari dalam seminggu. Keputusan ini diambil sebagai upaya meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran, terutama di tengah dinamika geopolitik yang mempengaruhi kondisi ekonomi nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa program MBG akan tetap menyediakan makanan bergizi selama lima hari kerja, yakni dari Senin hingga Jumat. Penyesuaian ini tidak berlaku bagi daerah dengan kebutuhan khusus, seperti wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), asrama, serta wilayah dengan tingkat stunting yang masih tinggi.

Dengan skema baru tersebut, pemerintah memperkirakan potensi penghematan anggaran MBG dapat mencapai sekitar Rp20 triliun per tahun. Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengusulkan skenario efisiensi yang lebih agresif, yakni penghematan hingga Rp40 triliun dengan cara menghilangkan penyaluran pada hari Sabtu.

  • Frekuensi penyaluran MBG berubah menjadi lima hari (Senin‑Jumat).
  • Penghematan yang diproyeksikan: Rp20 triliun (opsi saat ini) atau hingga Rp40 triliun (usulan BGN).
  • Wilayah pengecualian: daerah 3T, asrama, dan area dengan prevalensi stunting tinggi.
  • Tujuan kebijakan: mendukung transformasi struktural ekonomi yang lebih produktif dan tahan terhadap tekanan global.

Airlangga menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi transformasi struktural pemerintah, yang mengajak masyarakat dan dunia usaha untuk tetap produktif serta berkontribusi pada efisiensi dan perbaikan budaya kerja nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *