Keuangan.id – 16 April 2026 | Data terbaru menunjukkan bahwa penjualan kendaraan listrik (EV) secara global mengalami penurunan sebesar 3 persen pada kuartal pertama tahun 2026. Penurunan ini terutama dipicu oleh kinerja lemah di pasar China dan Amerika Utara, sementara Eropa justru mencatat pertumbuhan tajam dan mencetak rekor penjualan mobil listrik baru.
Berikut ringkasan perubahan penjualan EV berdasarkan wilayah pada kuartal I 2026:
| Wilayah | Perubahan Penjualan |
|---|---|
| China | -5,2% |
| Amerika Utara | -4,8% |
| Eropa | +12,6% |
| Asia Tenggara | +2,1% |
| Amerika Latin | +1,8% |
Faktor-faktor yang berkontribusi pada penurunan di China dan Amerika Utara meliputi:
- Kenaikan biaya baterai akibat fluktuasi harga bahan baku seperti nikel dan litium.
- Kebijakan insentif pemerintah yang mengalami penurunan atau penghapusan secara bertahap.
- Persaingan yang semakin intens dari produsen kendaraan konvensional yang meluncurkan model hybrid dan plug‑in hybrid.
- Keterbatasan jaringan pengisian cepat di beberapa wilayah metropolitan.
Di sisi lain, Eropa berhasil meningkatkan penjualan EV karena beberapa alasan kunci:
- Implementasi standar emisi yang lebih ketat dan zona rendah emisi (LEZ) di kota‑kota besar.
- Skema subsidi dan kredit pajak yang masih kuat hingga akhir tahun 2026.
- Investasi besar‑besaran dalam infrastruktur pengisian publik dan privat.
- Kehadiran produsen EV asal Eropa yang meluncurkan model-model baru dengan harga kompetitif.
Para analis memperkirakan bahwa tren penurunan di China dan Amerika Utara dapat berbalik jika pemerintah kedua wilayah tersebut memperkenalkan paket stimulus baru atau jika inovasi teknologi baterai berhasil menurunkan harga produksi secara signifikan. Sementara itu, momentum positif Eropa diprediksi akan berlanjut, mengingat target net‑zero yang ambisius dan dukungan regulasi yang konsisten.
Secara keseluruhan, meskipun pasar global EV mengalami penurunan pada kuartal pertama 2026, perbedaan regional menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah, infrastruktur pengisian, dan strategi harga tetap menjadi faktor penentu utama dalam pertumbuhan atau kontraksi penjualan mobil listrik.











