Keuangan.id – 03 Mei 2026 | Jean Mota kembali menegaskan posisinya sebagai penendang roket Persija setelah penampilan gemilangnya pada laga melawan Persis Solo. Dalam pertandingan pekan ke‑30 Super League 2025‑2026 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, sang gelandang Brasil mencetak satu gol dan memberikan dua assist, mengantarkan Macan Kemayoran mengamankan kemenangan 4‑0.
Momen Gemilang di Laga Persija vs Persis
Masuk lapangan pada menit ke‑61 menggantikan Emaxwell Souza, Mota tak butuh waktu lama untuk beraksi. Ia memanfaatkan umpan tarik dari Dony Tri Pamungkas dan melepaskan tendangan keras yang membobol pertahanan Persis pada menit ke‑63. Gol tersebut menjadi gol pertama Mota sejak bergabung pada putaran kedua musim ini, menambah catatan pribadi menjadi satu gol dalam sembilan penampilan.
Tak berhenti di situ, Mota menunjukkan visi bermain yang tajam. Pada menit ke‑81, ia mengirimkan umpan matang melalui sepak pojok kepada Paulo Ricardo, yang mengeksekusi dengan tepat untuk menambah angka di papan skor. Menjelang akhir pertandingan, dalam tambahan waktu, Mota kembali mengirimkan umpan silang ke dalam kotak penalti. Gustavo Almeida menjemput bola dan mencetak gol penutup, memperkuat dominasi Persija.
Strategi Pelatih dan Dampak Psikologis
Pelatih Mauricio Souza menyatakan bahwa kepercayaan pada Mota meningkat setelah ia terbukti mampu memberikan kontribusi langsung di area lawan. “Kami memberi ruang kepada pemain yang mampu mengeksekusi secara cepat. Jean menunjukkan bahwa ia bisa menjadi senjata utama dalam fase serang kami,” ujar Souza dalam konferensi pers pasca laga.
Penampilan Mota juga memberikan dorongan moral bagi rekan satu tim. Pemain asal Brasil mengaku merasakan ikatan khusus dengan Persija sejak pertama kali tiba. “Saya bangga bisa membantu tim dan para pendukung. Setiap pertandingan terasa seperti final bagi kami,” kata Mota, menegaskan komitmennya untuk terus memberikan yang terbaik.
Implikasi Posisi Persija di Klasemen
Kemenangan 4‑0 ini memungkinkan Persija memendekkan jarak dengan rival utama, Persib Bandung dan Borneo FC, menjadi hanya empat poin. Dengan tiga pertandingan tersisa, Macan Kemayoran menargetkan penambahan poin maksimal untuk mengamankan posisi di papan atas.
Jadwal sisa musim menampilkan laga penting melawan Persijap pada pekan ke‑31, di mana Persija harus mempertahankan konsistensi ofensif. Keberadaan penendang roket seperti Jean Mota di lini tengah diyakini menjadi faktor penentu dalam meraih hasil positif.
Statistik dan Kontribusi Tim
- Penampilan Mota: 9 pertandingan
- Gol: 1
- Assist: 2
- Persija: 4‑0 vs Persis, 4‑0 vs Allano, 4‑0 vs Paulo Ricardo, 4‑0 vs Gustavo Almeida (total empat gol)
Selain Jean Mota, kontribusi pemain lain seperti Allano (gol pada menit ke‑52) dan Paulo Ricardo (gol pada menit ke‑81) menambah dimensi serangan Persija. Tim kini menumpuk serangan dari sayap kiri dan kanan, memanfaatkan kecepatan Dony Tri Pamungkas serta kreativitas gelandang tengah.
Dengan atmosfer positif di kamp latihan dan dukungan luar biasa dari suporter, Persija menatap akhir musim dengan optimisme. Jika penendang roket terus menampilkan performa konsisten, tekanan pada klub rival semakin besar, menjadikan Super League musim ini semakin kompetitif.
Persija pun kembali menggelar aksi sosial donor darah di SUGBK, menegaskan komitmen klub tidak hanya di lapangan, tetapi juga di luar arena. Kegiatan tersebut memperkuat ikatan emosional antara pemain, manajemen, dan pendukung.
Menjelang putaran terakhir, mata publik akan tertuju pada kemampuan Jean Mota untuk mempertahankan momentum. Apakah ia dapat menambah gol dan assist di sisa tiga laga? Jawaban akan terungkap dalam beberapa minggu ke depan, namun satu hal pasti: penendang roket Persija sudah menjadi ancaman nyata bagi semua lawan.









