Keuangan.id – 19 Mei 2026 | Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya baru saja meluncurkan program integrasi 27.000 CCTV di Jakarta. Program ini bertujuan meningkatkan pengawasan keamanan, mempercepat respons darurat, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data secara real time.
Integrasi CCTV
Integrasi CCTV ini melibatkan total 27.000 unit CCTV dari pemerintah dan gedung swasta yang akan dihubungkan ke dalam satu sistem terpadu. Dengan demikian, total potensi titik pantau yang tersambung secara bertahap mencapai 27.000 unit.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa integrasi CCTV ini diharapkan memperluas jangkauan pengawasan dan memperkuat program “Jaga Jakarta” yang selama ini dijalankan bersama Forkopimda DKI Jakarta.
Manfaat Integrasi CCTV
Integrasi CCTV ini diharapkan memberikan beberapa manfaat, antara lain:
- Meningkatkan efektivitas pengawasan kota
- Mempercepat respons layanan kepada masyarakat
- Memperkuat koordinasi lintas instansi
- Mendukung pengambilan keputusan berbasis data secara real time
Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Asep Edi Suheri, menilai keberadaan CCTV akan membantu polisi mempercepat respons ketika terjadi gangguan keamanan maupun kemacetan lalu lintas.
Kesimpulan
Integrasi 27.000 CCTV di Jakarta merupakan langkah strategis untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan Jakarta dapat menjadi kota yang lebih aman dan nyaman bagi semua warganya.











