Keuangan.id – 06 Mei 2026 | Bukalapak (BUKA) memasuki fase baru dalam strategi bisnisnya, namun langkah tersebut diiringi dengan pemotongan karyawan yang signifikan. Sejak 2022, perusahaan mengurangi hingga 58% tenaga kerjanya, seiring dengan laporan kerugian sebesar Rp426 miliar pada kuartal I 2026.
Latar Belakang Transformasi
Perubahan model bisnis dan persaingan ketat di sektor e‑commerce mendorong manajemen Bukalapak untuk menyesuaikan operasional. Fokus kini beralih pada efisiensi, pengembangan teknologi, dan penetrasi pasar yang lebih menguntungkan.
Alasan Pemotongan Karyawan
- Pengurangan biaya operasional untuk menutup kerugian yang terus berlanjut.
- Restrukturisasi tim untuk mendukung inisiatif digital dan layanan baru.
- Optimasi sumber daya manusia agar selaras dengan target pertumbuhan jangka panjang.
Dampak terhadap Perusahaan
Meskipun pemotongan ini menimbulkan ketidakpastian bagi karyawan yang terdampak, manajemen berharap langkah tersebut akan mempercepat pemulihan keuangan dan memperkuat posisi pasar Bukalapak.











