Berita  

Pemimpin Redaksi Republika Kecam Tindakan Israel terhadap Jurnalis Perempuan di Libanon Selatan

Pemimpin Redaksi Republika Kecam Tindakan Israel terhadap Jurnalis Perempuan di Libanon Selatan
Pemimpin Redaksi Republika Kecam Tindakan Israel terhadap Jurnalis Perempuan di Libanon Selatan

Keuangan.id – 19 Mei 2026 | Sebuah insiden tragis terjadi di Libanon Selatan, di mana pasukan Israel melakukan intersepsi terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla. Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, mengecam keras tindakan ini dan mengungkapkan bahwa sembilan relawan asal Indonesia ikut disandera pasukan Israel.

Tindakan intersepsi ini dilakukan di perairan internasional menuju Gaza, yang merupakan tujuan dari misi kapal Global Sumud Flotilla. Misi ini bertujuan untuk membawa bantuan kemanusiaan kepada warga Palestina di Gaza yang terkena dampak blokade.

Latar Belakang Misi Global Sumud Flotilla

Misi Global Sumud Flotilla dimulai dari Pelabuhan Barcelona, Spanyol, yang merupakan salah satu dari empat titik kumpul ribuan relawan dan aktivis. Misi ini bertujuan untuk memecahkan blokade Gaza dan membawa bantuan kemanusiaan kepada warga Palestina.

Andi Muhyiddin menegaskan bahwa tindakan pasukan Israel merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan internasional. Ia juga menyerukan agar pemerintah Indonesia segera mengambil tindakan untuk membebaskan relawan Indonesia yang disandera.

Reaksi Pemimpin Redaksi Republika

Andi Muhyiddin mengungkapkan bahwa Pemimpin Redaksi Republika sangat kecam tindakan pasukan Israel terhadap jurnalis perempuan di Libanon Selatan. Ia menegaskan bahwa tindakan ini merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan internasional.

Ia juga menyerukan agar pemerintah Indonesia segera mengambil tindakan untuk membebaskan relawan Indonesia yang disandera. Andi Muhyiddin menegaskan bahwa Pemimpin Redaksi Republika akan terus memantau situasi dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi hak asasi manusia.

Insiden ini menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan jurnalis dan relawan yang bekerja di daerah konflik. Pemimpin Redaksi Republika menegaskan bahwa perlindungan hak asasi manusia dan kebebasan pers merupakan prioritas utama.

Untuk itu, Pemimpin Redaksi Republika menyerukan agar pemerintah Indonesia dan internasional segera mengambil tindakan untuk membebaskan relawan Indonesia yang disandera dan melindungi hak asasi manusia di daerah konflik.

Exit mobile version