Keuangan.id – 10 April 2026 | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa penyaluran pembiayaan kendaraan listrik melalui lembaga multifinance mencapai Rp 21,94 triliun pada Februari 2026, mencatat pertumbuhan sebesar 39,35% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan ini menandakan meningkatnya minat konsumen serta dukungan kebijakan pemerintah dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik (EV) di Indonesia.
Beberapa faktor utama yang mendorong pertumbuhan tersebut antara lain:
- Kebijakan insentif pemerintah, seperti pengurangan bea masuk dan pembebasan pajak kendaraan bagi EV.
- Peningkatan kesadaran lingkungan di kalangan pembeli mobil, yang melihat EV sebagai alternatif ramah lingkungan.
- Produk multifinance yang lebih fleksibel, dengan tenor dan bunga yang disesuaikan untuk menurunkan beban pembayaran bulanan.
Berikut gambaran singkat data pembiayaan EV melalui multifinance:
| Periode | Pembiayaan (Rp Triliun) | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|
| Februari 2025 | 15,71 | — |
| Februari 2026 | 21,94 | +39,35% |
Data di atas menunjukkan bahwa selisih pembiayaan meningkat hampir Rp 6,23 triliun dalam satu tahun. Lonjakan tersebut tidak hanya mencerminkan peningkatan penjualan EV, tetapi juga penyesuaian strategi pembiayaan oleh lembaga keuangan untuk menanggapi permintaan pasar yang berkembang.
Namun, tantangan tetap ada. Infrastruktur pengisian daya yang masih terbatas, biaya baterai yang relatif tinggi, dan persepsi konsumen tentang keandalan EV menjadi hambatan utama. OJK bersama kementerian terkait diharapkan terus memperkuat regulasi yang mendukung pembiayaan berkelanjutan serta mendorong kolaborasi antara produsen kendaraan, penyedia layanan pengisian, dan institusi keuangan.
Ke depan, diproyeksikan bahwa pembiayaan EV akan terus meningkat seiring dengan target pemerintah untuk mencapai 20% penetrasi kendaraan listrik pada 2025. Lembaga multifinance diperkirakan akan memperluas portofolio produk, termasuk skema leasing dan pembiayaan berbasis teknologi digital, guna menyesuaikan dengan perilaku konsumen yang semakin mengutamakan kemudahan dan transparansi.











