Keuangan.id – 16 April 2026 | PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) mengonfirmasi bahwa penurunan nilai tukar rupiah belum memberi tekanan signifikan terhadap premi asuransi yang ditawarkan. Meskipun kurs mata uang lokal mengalami pelemahan dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan mencatat bahwa mekanisme penetapan premi yang berbasis pada risiko dan biaya operasional tetap stabil.
Berikut beberapa poin utama yang disampaikan oleh pihak perusahaan:
- Premi ditetapkan berdasarkan analisis risiko individu, bukan faktor eksternal seperti nilai tukar.
- Biaya operasional utama, termasuk gaji, pemasaran, dan klaim, dikelola dalam rupiah.
- Penggunaan teknologi lokal dan kemitraan dengan penyedia layanan domestik mengurangi ketergantungan pada impor.
- Perusahaan melakukan hedging terbatas untuk menutup eksposur kurs pada transaksi luar negeri.
Pengamat pasar menilai bahwa meski saat ini belum ada dampak langsung, risiko nilai tukar tetap perlu dipantau, terutama jika devaluasi rupiah berlanjut. Mereka menekankan pentingnya diversifikasi sumber biaya dan strategi manajemen risiko untuk menjaga profitabilitas jangka panjang.
Secara keseluruhan, Asuransi Digital Bersama menunjukkan kesiapan menghadapi volatilitas pasar mata uang dengan mengoptimalkan struktur biaya dan menjaga kebijakan premi yang berorientasi pada kebutuhan nasabah.











