Keuangan.id – 02 April 2026 | Skandal administrasi yang kini disebut “paspoortgate” menghebohkan dunia sepak bola Belanda dan menimbulkan kekhawatiran besar bagi dua bek muda Timnas Indonesia, Dean James (Go Ahead Eagles) dan Nathan Tjoe‑A‑On (Willem II). Kedua pemain, yang sempat menjadi harapan bagi Merah Putih, kini berada di ambang penghentian karier di Eropa setelah masalah kewarganegaraan menghalangi mereka untuk bermain dan berlatih.
Kejadian bermula ketika kedua pemain memutuskan untuk mengubah status kewarganegaraan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) demi memperkuat skuad nasional. Proses naturalisasi ini menimbulkan konsekuensi hukum di Belanda: menurut peraturan KNKN (Koninklijke Nederlandse Korfbalbond) dan Federasi Klub Profesional (FBO), kehilangan paspor Belanda berarti pemain otomatis kehilangan status sebagai warga Uni Eropa. Tanpa status EU, mereka wajib memiliki izin kerja khusus serta memenuhi standar gaji minimum yang ketat.
Dampak Langsung di Liga Belanda
Go Ahead Eagles menjadi klub pertama yang menangguhkan Dean James setelah kemenangan melawan NAC Breda memicu protes resmi. NAC mengklaim bahwa tim lawan menurunkan pemain yang tidak memenuhi syarat administratif, sehingga klub mengajukan keberatan kepada KNVB. Sebagai respons, KNVB dan FBO menyarankan penangguhan sementara Dean James sampai semua dokumen kerja selesai.
Tak lama kemudian, Willem II melaporkan situasi serupa pada Nathan Tjoe‑A‑On. Klub mengonfirmasi bahwa pemain tidak dapat mengikuti latihan atau pertandingan setelah kembali dari tugas internasional karena izin kerja belum selesai. Pernyataan resmi Willem II menyebutkan bahwa FBO dan KNVB telah memberikan rekomendasi penangguhan sampai masalah administratif teratasi.
Kasus ini tidak hanya memengaruhi dua pemain tersebut. Beberapa klub lain, termasuk TOP Oss dan FC Emmen, mengungkapkan kekhawatiran akan potensi pelanggaran regulasi jika mereka tetap menurunkan pemain dengan status yang belum jelas. Sebagai tindakan pencegahan, klub‑klub tersebut memilih untuk menunda pemakaian pemain yang terlibat dalam paspoortgate.
Langkah-Langkah yang Diambil Klub
- Go Ahead Eagles menempatkan Dean James di luar skuad utama dan melarangnya ikut latihan tim utama hingga izin kerja lengkap.
- Willem II mengunci akses Nathan Tjoe‑A‑On ke fasilitas klub, sambil berkoordinasi dengan KNVB dan FBO untuk menyelesaikan dokumen.
- Klub‑klub lain menyiapkan prosedur internal untuk memeriksa status kewarganegaraan pemain asing yang baru bergabung.
Manajer Go Ahead Eagles, Jan Willem van Dop, menegaskan bahwa klub akan mendukung pemainnya bila dokumen selesai, namun menolak mengambil risiko melanggar regulasi liga. Sementara itu, pelatih Willem II menyatakan optimisme bahwa proses perizinan dapat selesai dalam beberapa minggu mendatang.
Kasus Maarten Paes: Satu Pengecualian
Di tengah kekacauan, kiper Maarten Paes dari AFC Ajax menjadi satu-satunya pemain asal Indonesia yang berhasil menghindari penangguhan. Ajax mengambil langkah proaktif dengan mengurus visa kerja Paes di Amerika Serikat sebelum ia kembali ke Belanda, memastikan semua persyaratan hukum terpenuhi. Keberhasilan ini menjadi contoh bagi klub lain yang masih berjuang menyelesaikan masalah serupa.
Para ahli hukum menjelaskan bahwa Indonesia tidak mengizinkan kepemilikan paspor ganda, sehingga pemain yang memilih menjadi WNI secara otomatis kehilangan paspor Belanda. Hal ini memaksa mereka untuk mengajukan izin kerja terpisah, yang prosesnya memakan waktu dan biaya tambahan.
Implikasi bagi Timnas Indonesia
Jika masalah paspoort tidak terselesaikan, Timnas Indonesia berisiko kehilangan dua bek utama yang sedang meniti karier di Eropa. Pelatih Timnas, John Herdman, mengungkapkan keprihatinannya bahwa kehilangan pemain berkualitas dapat melemahkan lini belakang tim nasional, terutama menjelang turnamen penting seperti Piala AFF dan kualifikasi Piala Dunia.
Selain itu, situasi ini menimbulkan pertanyaan strategis bagi federasi: apakah akan terus mendorong naturalisasi pemain asing atau lebih fokus pada pengembangan bakat lokal? Keputusan ini dapat memengaruhi kebijakan rekrutmen pemain di masa depan.
Kesimpulannya, paspoortgate menunjukkan betapa rumitnya hubungan antara kebijakan imigrasi, regulasi liga, dan ambisi pribadi pemain. Kedua bek Timnas Indonesia, Dean James dan Nathan Tjoe‑A‑On, kini menunggu keputusan akhir mengenai izin kerja mereka. Jika proses administrasi selesai, mereka berpotensi kembali ke lapangan dan melanjutkan kontribusi bagi klub serta tim nasional. Namun, bila birokrasi terus menghambat, karier mereka di Eropa dapat terhenti secara prematur, memberi pelajaran penting bagi pemain dan klub tentang pentingnya kepatuhan administratif sejak awal.
