Keuangan.id – 03 Mei 2026 | Leeds United semakin mendekati zona aman Premier League setelah mengukir kemenangan 3-1 atas Burnley di Elland Road pada pekan kedua Mei 2026. Kemenangan ini tidak hanya menambah tiga poin penting, melainkan juga menegaskan kembali peran krusial pemain bertahan Pascal Struijk dalam skema taktis Daniel Farke. Meskipun Struijk terlibat dalam satu kesalahan yang menghasilkan gol balasan Burnley, penampilannya secara keseluruhan tetap menunjukkan ketangguhan dan kemampuan beradaptasi yang menjadi andalan lini belakang Leeds.
Rangkaian Gol dan Dominasi Leeds
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Pada menit kedelapan, Anton Stach memecah kebuntuan dengan tembakan keras dari jarak 25 meter yang menembus jaring Martin Dubravka. Gol pembuka ini menghidupkan semangat pendukung di tribun, sekaligus memberi Leeds kepercayaan diri untuk mengendalikan alur permainan.
Setelah jeda singkat, Noah Okafor menambah keunggulan pada menit ke-53 dengan voli halus setelah bantuan dari Dominic Calvert‑Lewin dan Jayden Bogle. Okafor, yang kini telah mencatat delapan gol musim ini, menunjukkan ketajaman di depan gawang lawan. Tak lama setelah itu, Calvert‑Lewin menutup skor lewat sundulan dekat kotak penalti, menyegel kemenangan 3-1 bagi Leeds.
Penampilan Pascal Struijk: Antara Kesalahan dan Konsistensi
Di sisi lain, Pascal Struijk mendapatkan sorotan khusus. Menurut penilaian pemain dari Graham Smyth, Struijk memperoleh nilai tujuh karena terlibat dalam duel sengit melawan Loum Tchaouna yang berujung pada gol balasan Burnley. Kesalahan tersebut menjadi satu-satunya momen negatif dalam penampilannya pada laga tersebut.
Namun, angka tujuh itu tidak mencerminkan keseluruhan kontribusinya. Struijk berhasil menunjukkan posisi yang tepat, intersep penting, dan kemampuan menekan lawan tinggi. Ia juga terlibat dalam beberapa duel udara yang berhasil dimenangkan, memberi Leeds kestabilan defensif yang sangat dibutuhkan pada fase akhir musim.
Selama empat pertandingan terakhir, Leeds berhasil mengumpulkan sepuluh poin, dengan Struijk menjadi bagian penting dalam strategi pressing tinggi Farke. Lini belakang yang dipimpin Struijk berhasil menahan serangan balasan lawan, terutama pada babak pertama di mana Burnley hanya mencatat satu tembakan tepat sasaran.
Strategi Daniel Farke dan Dampaknya
Manajer Daniel Farke menegaskan bahwa meskipun tim berada di posisi yang menguntungkan dengan 43 poin, ia tidak berencana berpuas diri. “Kami akan merayakan ketika poin keamanan sudah pasti. Namun, kami tetap ingin menutup musim dengan performa terbaik,” ujar Farke setelah pertandingan.
Farke juga menyoroti pentingnya etos kerja dan semangat locker room yang kuat, meskipun beberapa pemain seperti Joe Rodon, Anton Stach, dan Jaka Bijol mengalami cedera ringan. “Kerja keras dan semangat dalam tim tidak tertandingi,” kata Farke.
Prediksi dan Tantangan Kedepan
Dengan tiga pertandingan tersisa, Leeds United berada dalam posisi yang menguntungkan. Jika mereka berhasil mengalahkan Tottenham Hotspur dalam laga berikutnya, mereka akan mengamankan keselamatan secara matematis. Namun, Farke mengingatkan bahwa setiap poin masih penting, mengingat persaingan di zona tengah masih ketat.
Pascal Struijk, yang telah menjadi figur tak terpisahkan di lini belakang, diharapkan dapat menjaga konsistensi tersebut. Meski ada kritik terkait beberapa kesalahan defensifnya, statistik menunjukkan bahwa Struijk berada di antara pemain bertahan teratas dalam hal intersep dan duel udara selama bulan Mei.
Ke depan, Leeds harus mempertahankan tekanan tinggi dan menjaga konsistensi dalam transisi menyerang. Jika Struijk terus menampilkan performa serupa, ia dapat menjadi faktor penentu dalam memastikan Leeds United tetap berada di Premier League pada musim berikutnya.
Secara keseluruhan, kemenangan melawan Burnley bukan hanya menambah poin, tetapi juga menegaskan bahwa Leeds United, dengan kontribusi Pascal Struijk dan rekan-rekannya, berada di jalur yang tepat untuk mengakhiri musim dengan catatan aman.
