Berita  

Pasar Smartphone 2025: Apple Depak Samsung, Siapa Terpuruk di Tengah Krisis Memori?

Pasar Smartphone 2025: Apple Depak Samsung, Siapa Terpuruk di Tengah Krisis Memori?
Pasar Smartphone 2025: Apple Depak Samsung, Siapa Terpuruk di Tengah Krisis Memori?

Keuangan.id – 28 April 2026 | Pangsa pasar smartphone global menunjukkan tanda-tanda penurunan signifikan pada kuartal pertama 2026, yang diproyeksikan berlanjut hingga 2025. Dua firma riset terkemuka, IDC dan Counterpoint Research, mencatat penurunan masing-masing 4,1% dan 6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Total pengiriman perangkat mencapai 289,7 juta unit, namun tekanan biaya dan ketersediaan komponen memori mengancam pertumbuhan pasar.

Krisis Memori dan Dampaknya pada Produksi

Kekurangan chip memori, khususnya DRAM dan NAND, menjadi faktor utama menurunnya volume pengiriman. Permintaan tinggi dari pusat data kecerdasan buatan memprioritaskan alokasi memori, sehingga produsen smartphone harus menanggung biaya bahan baku yang melonjak. Menurut Nabila Popal, Direktur Riset Senior IDC, kenaikan harga komponen dapat memaksa produsen menaikkan harga jual hingga 40‑50% di negara berkembang.

Segmen entry‑level dan menengah paling terasa, sementara perangkat premium relatif lebih tahan. Analis senior Counterpoint, Shilpi Jain, menekankan bahwa margin produsen tertekan, dan sebagian biaya akan diteruskan ke konsumen.

Apple Memimpin, Samsung Terpuruk

Data terbaru memperlihatkan Apple kembali berada di puncak penjualan global, menyalip Samsung yang mengalami penurunan pangsa pasar. Apple berhasil mempertahankan penjualan premium meski biaya produksi naik, berkat ekosistem yang kuat dan loyalitas pengguna. Sebaliknya, Samsung mengalami penurunan penjualan terutama di segmen menengah, dipengaruhi oleh tekanan biaya dan persaingan harga.

Pengaruh Kurs Rupiah terhadap Harga Smartphone di Indonesia

Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menambah beban produsen. Menurut Heru Sutadi, Direktur ICT Institute, depresiasi rupiah dapat menunda penyesuaian harga hingga kuartal III 2026, saat stok baru masuk dengan biaya impor lebih tinggi. Pada kuartal IV, kenaikan harga diperkirakan lebih tajam, terutama untuk segmen menengah dan premium.

Strategi produsen yang disarankan meliputi efisiensi biaya, diversifikasi pemasok, dan promosi berbasis nilai tambah, alih-alih menaikkan harga secara agresif.

Google dan Kompensasi bagi Pengguna Android

Sementara produsen perangkat bergulat dengan krisis memori, Google menghadapi tantangan privasi yang berujung pada gugatan class action. Sekitar 100 juta pengguna Android di Amerika Serikat berpotensi menerima kompensasi hingga US$100 per orang dari kesepakatan senilai US$135 juta. Meskipun tidak langsung memengaruhi pasar smartphone Indonesia, keputusan ini menambah tekanan pada ekosistem Android secara global.

Prospek Pasar Smartphone 2025

Para analis memperkirakan tekanan pasar akan berlanjut hingga akhir 2027, dengan krisis memori menjadi faktor utama. Produsen yang dapat mengamankan pasokan memori, mengoptimalkan rantai pasok, dan menyesuaikan strategi harga akan lebih mampu bertahan. Di Indonesia, konsumen harus bersiap menghadapi kenaikan harga terutama pada kuartal III dan IV 2026, sambil menunggu stabilisasi nilai tukar dan pasokan komponen.

Dengan dinamika yang kompleks, pasar smartphone 2025 menjadi arena persaingan ketat antara raksasa teknologi dan produsen lokal yang harus berinovasi untuk mempertahankan daya beli konsumen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *