Berita  

Panglima TNI Perintahkan Satgas UNIFIL Lebanon Masuk Bunker Usai Tiga Prajurit Gugur dan Delapan Luka

Panglima TNI Perintahkan Satgas UNIFIL Lebanon Masuk Bunker Usai Tiga Prajurit Gugur dan Delapan Luka
Panglima TNI Perintahkan Satgas UNIFIL Lebanon Masuk Bunker Usai Tiga Prajurit Gugur dan Delapan Luka

Keuangan.id – 06 April 2026 | Jakarta, 4 April 2026 – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengeluarkan arahan tegas kepada Komandan Satgas Yonmek XXIII‑S/UNIFIL di Lebanon setelah serangkaian serangan menewaskan tiga prajurit TNI dan melukai delapan lainnya.

Arahan Utama

Dalam video call yang diunggah melalui akun Instagram pribadi Jenderal Agus pada Sabtu (4/4/2026), ia menekankan empat poin utama: menjaga moral prajurit, melaksanakan pengamanan internal, masuk ke bunker‑bunker secara terus‑menerus, dan menghentikan semua kegiatan di luar pos. “Jaga moril prajurit yang ada di sana, tetap laksanakan pengamanan intern ya, masuk ke bunker‑bunker, dan tidak ada kegiatan lagi keluar,” ujar Panglima.

Kondisi di Lapangan

Serangan yang terjadi pada 29‑30 Maret 2026 menewaskan Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Rhomadhon. Pada 3 April 2026, sebuah ledakan di fasilitas UNIFIL dekat El Adeisse melukai tiga penjaga perdamaian, dua di antaranya mengalami luka serius. Total korban luka mencapai delapan personel, yang saat ini sedang dirawat di rumah sakit sipil dan militer dengan kondisi stabil.

Respons Pemerintah

Setelah jenazah ketiga prajurit tiba di Bandara Internasional Soekarno‑Hatta pada sore hari 4 April, upacara penghormatan dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia. Seluruh jenazah akan dimakamkan secara militer di TMP masing‑masing, sebagai penghormatan atas pengorbanan mereka.

Langkah Investigasi

Panglima TNI sekaligus menugaskan tim khusus untuk menyelidiki kronologi serangan. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa prosedur masuk bunker merupakan bagian dari Standar Operasional Prosedur (SOP) misi internasional, namun investigasi akan mengidentifikasi penyebab spesifik ledakan dan serangan artileri yang menimpa prajurit Indonesia.

Mandat UNIFIL dan Peran TNI

UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) dibentuk pada 1978 dengan mandat menegakkan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon serta membantu pemerintah Lebanon mengembalikan otoritasnya. TNI, sebagai bagian dari pasukan perdamaian, berperan menjaga garis biru sepanjang 120 km, mencegah penyelundupan senjata, dan melindungi warga sipil. Meskipun dilengkapi dengan senjata, penggunaan kekuatan hanya diperbolehkan bila keselamatan personel atau warga sipil terancam.

Doa dan Dukungan Moral

Dalam keterangan video, Jenderal Agus menambahkan doa untuk keselamatan seluruh prajurit: “Semoga seluruh prajurit senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, diberikan kekuatan dan keteguhan hati dalam menjalankan tugas.” Arahan tersebut diiringi dengan harapan agar semangat “Pasukan Garuda” tetap terjaga di tengah situasi yang semakin tidak stabil.

Dengan instruksi masuk bunker dan fokus pada pengamanan internal, TNI berupaya meminimalkan risiko tambahan sambil menunggu hasil penyelidikan. Kematian tiga prajurit dan luka delapan rekan menggarisbawahi tantangan keamanan yang dihadapi oleh pasukan perdamaian Indonesia di Lebanon, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi setiap anggotanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *