Berita  

One Way dan Ganjil‑Genap Mudik Lebaran 2026: Jadwal Lengkap dan Cara Cek di Google Maps

One Way dan Ganjil‑Genap Mudik Lebaran 2026: Jadwal Lengkap dan Cara Cek di Google Maps
One Way dan Ganjil‑Genap Mudik Lebaran 2026: Jadwal Lengkap dan Cara Cek di Google Maps

Keuangan.id – 14 Maret 2026 | Pemerintah kembali mengaktifkan skema rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan saat mudik Lebaran 2026. Kebijakan utama meliputi sistem one way, contraflow, dan ganjil‑genap yang diterapkan pada ruas‑ruas tol utama Trans‑Jawa. Tujuannya adalah memperlancar arus kendaraan, mengurangi kemacetan, serta meminimalisir risiko tilang.

Jadwal One Way dan Contraflow Selama Mudik

Berikut rangkaian jadwal resmi yang diumumkan oleh Kementerian Perhubungan dan kepolisian:

  • Arus Mudik (One Way): 17 Maret 2026 pukul 12.00 WIB – 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB. Penerapan mencakup seluruh ruas tol Jakarta‑Cikampek dari KM 70 hingga Tol Semarang‑Solo KM 421. Selama periode ini semua pintu masuk menuju arah Jakarta ditutup, sehingga kendaraan hanya dapat bergerak satu arah menuju kota‑kota besar.
  • Arus Balik (One Way): 23 Maret 2026 pukul 12.00 WIB – 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB. Rute berbalik dari Tol Semarang‑Solo KM 421 menuju Tol Jakarta‑Cikampek KM 70. Seluruh pintu masuk menuju arah Semarang juga ditutup.
  • Contraflow: Diterapkan khusus pada ruas tol Jakarta‑Cikampek untuk menambah kapasitas arah mudik. Kendaraan yang masuk melalui Gerbang Tol (GT) Cimalaka dan GT Cisumdawu Jaya dialihkan ke jalur khusus, sementara jalur utama tetap melayani arus satu arah.

Selain jadwal utama, terdapat periode tambahan yang menyesuaikan dengan kondisi lapangan, misalnya penutupan sementara pada KM 70‑Cikampek pada 21 Maret 2026 pukul 00.00‑02.00 WIB untuk normalisasi jalur.

Aturan Ganjil‑Genap pada Tol

Selama masa puncak mudik, beberapa ruas tol juga menerapkan kebijakan ganjil‑genap berdasarkan nomor plat kendaraan. Kendaraan dengan plat nomor ganjil hanya diizinkan melintasi ruas yang ditetapkan pada hari ganjil, sedangkan plat genap hanya pada hari genap. Kebijakan ini berfungsi mengurangi kepadatan pada titik‑titik rawan macet, terutama di area‑area perbatasan antarprovinsi.

Contoh penerapan:

  • Jakarta‑Cikampek KM 70‑100: ganjil‑genap berlaku pada 17‑20 Maret 2026.
  • Semarang‑Solo KM 421‑440: ganjil‑genap berlaku pada 23‑27 Maret 2026.

Cara Cek One Way, Contraflow, dan Ganjil‑Genap lewat Google Maps

Google Maps kini menyediakan fitur yang memudahkan pemudik memantau kebijakan lalu lintas secara real‑time. Langkah‑langkahnya sebagai berikut:

  1. Buka aplikasi Google Maps dan pilih ikon Layers (lapisan) di pojok kanan atas.
  2. Aktifkan lapisan Traffic untuk menampilkan kondisi jalan dengan kode warna (hijau, kuning, oranye, merah).
  3. Pilih Options atau Pengaturan Rute, kemudian aktifkan Hindari tilang ganjil‑genap. Pilih jenis plat (ganjil atau genap) sesuai kendaraan Anda.
  4. Jika ingin melihat jalur one way, aktifkan opsi Show one‑way arrows pada menu lapisan. Panah arah akan muncul di ruas tol yang sedang diberlakukan satu arah.
  5. Setelah mengatur preferensi, masukkan titik keberangkatan dan tujuan. Google Maps secara otomatis menyesuaikan rute agar menghindari ruas yang ditutup atau dibatasi.

Pastikan aplikasi selalu diperbarui ke versi terbaru agar fitur terbaru tersedia dan data kebijakan lalu lintas selalu akurat.

Tips Praktis untuk Pemudik

Berikut beberapa saran agar perjalanan mudik Lebaran 2026 lebih lancar:

  • Rencanakan keberangkatan di luar jam puncak (misalnya sebelum pukul 09.00 WIB atau setelah pukul 19.00 WIB).
  • Gunakan Google Maps untuk memantau kondisi lalu lintas secara real‑time dan sesuaikan rute bila terjadi perubahan.
  • Periksa jadwal one way dan ganjil‑genap sebelum berangkat, terutama jika menggunakan rute Jakarta‑Cikampek atau Semarang‑Solo.
  • Pastikan kendaraan dalam kondisi prima (cek tekanan ban, oli, dan bahan bakar) untuk menghindari gangguan di jalan.
  • Bawa dokumen kendaraan dan pastikan plat nomor sesuai dengan aturan ganjil‑genap yang berlaku.

Dengan memanfaatkan informasi resmi dan teknologi digital, pemudik dapat mengurangi risiko terjebak macet panjang serta menghindari tilang akibat pelanggaran ganjil‑genap atau satu arah.

Seluruh kebijakan ini diperkirakan dapat menampung lebih dari 140 juta pemudik yang diproyeksikan melakukan perjalanan pada Lebaran 2026, sehingga koordinasi antara pemerintah, kepolisian, dan pengguna jalan menjadi kunci utama keberhasilan mudik yang aman dan tertib.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *