Keuangan.id – 19 April 2026 | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menegaskan komitmennya untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan generasi muda dengan memanfaatkan jalur pendidikan formal. Inisiatif ini diharapkan dapat menanamkan pengetahuan keuangan sejak dini, sehingga pemuda Indonesia lebih siap menghadapi tantangan ekonomi modern.
Program tersebut meliputi beberapa langkah strategis, antara lain:
- Penyusunan modul literasi keuangan yang terintegrasi ke dalam kurikulum nasional mulai dari jenjang SD hingga SMA.
- Pelatihan guru dan tenaga kependidikan agar mampu menyampaikan materi keuangan secara interaktif dan relevan.
- Pembentukan kerja sama antara OJK, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta lembaga keuangan untuk menyediakan sumber belajar yang bersifat praktis.
- Penerapan evaluasi berkala untuk mengukur tingkat pemahaman siswa serta efektivitas program.
Target utama OJK adalah mencakup lebih dari 10.000 sekolah pada tahun 2025, dengan estimasi mencapai 2 juta siswa yang mendapat manfaat langsung. Dengan demikian, literasi keuangan tidak lagi menjadi materi tambahan, melainkan bagian integral dari proses belajar mengajar.
Manfaat yang diharapkan meliputi peningkatan kemampuan menabung, memahami risiko investasi, serta menghindari praktik penipuan finansial. Selain itu, generasi yang lebih terdidik secara finansial diharapkan dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional melalui perilaku konsumsi yang lebih bijak dan partisipasi dalam pasar modal.
OJK juga menyiapkan platform digital yang dapat diakses oleh siswa, guru, dan orang tua untuk mendukung proses belajar mandiri. Platform tersebut akan menyediakan materi video, kuis interaktif, serta simulasi keuangan yang dapat diunduh secara gratis.
Dengan langkah-langkah ini, OJK berharap tercipta ekosistem literasi keuangan yang berkelanjutan, memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, dan menyiapkan generasi penerus yang lebih cerdas secara finansial.
