Keuangan.id – 14 April 2026 | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai bahwa musim haji tahun 2026 akan menjadi faktor penggerak utama bagi kenaikan premi asuransi perjalanan dan kecelakaan diri di Indonesia. Dengan lebih dari 200.000 jemaah haji yang diperkirakan akan berangkat, kebutuhan akan perlindungan asuransi selama perjalanan menjadi semakin mendesak.
Berbagai lembaga asuransi telah menyiapkan produk khusus yang menyesuaikan dengan profil risiko jemaah haji, mulai dari perlindungan medis, kehilangan bagasi, hingga tanggung jawab hukum selama berada di luar negeri. OJK mencatat bahwa penyedia asuransi yang menawarkan paket terpadu dan proses klaim yang cepat cenderung mendapatkan pangsa pasar lebih besar.
Berikut beberapa faktor yang membuat musim haji 2026 menjadi sentimen positif bagi premi asuransi perjalanan:
- Peningkatan volume perjalanan: Lebih banyak jemaah berarti permintaan asuransi yang lebih tinggi.
- Kebutuhan perlindungan khusus: Risiko kesehatan, kecelakaan, dan kehilangan barang meningkat selama perjalanan jauh.
- Kebijakan OJK: Pengawasan ketat dan standar produk yang jelas meningkatkan kepercayaan konsumen.
- Inovasi digital: Proses pembelian dan klaim secara online mempermudah akses bagi jemaah.
Data perkiraan OJK menunjukkan tren kenaikan premi asuransi perjalanan sebagai berikut:
| Tahun | Premi (miliar Rupiah) | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|
| 2024 | 1,2 | 5% |
| 2025 | 1,4 | 16% |
| 2026 (prediksi) | 1,8 | 28% |
Para konsumen disarankan untuk memperhatikan hal-hal berikut sebelum membeli polis:
- Pastikan cakupan meliputi risiko medis, evakuasi, dan kehilangan bagasi.
- Periksa batas maksimum pertanggungan dan eksklusi yang berlaku.
- Bandingkan premi antar penyedia dengan memperhatikan reputasi dan kecepatan proses klaim.
- Manfaatkan layanan digital untuk kemudahan pembelian dan pelaporan klaim.
Dengan dukungan regulasi OJK dan kesiapan industri asuransi, musim haji 2026 diproyeksikan menjadi momentum pertumbuhan yang signifikan bagi sektor asuransi perjalanan, sekaligus memberikan perlindungan lebih baik bagi jutaan jemaah yang menantikan ibadah di Tanah Suci.











