Keuangan.id – 12 April 2026 | OASA (PT Oasa Energy Tbk) dan BIPI (PT Bintang Pangan Indonesia) mengumumkan kolaborasi dalam Proyek Sampah menjadi Listrik (PSEL). Pengumuman tersebut memicu lonjakan harga saham OASA dengan volume perdagangan yang signifikan.
Proyek PSEL bertujuan mengubah sampah kota menjadi sumber energi listrik melalui teknologi pembakaran bersih dan pembangkit listrik tenaga sampah. Investasi awal diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah, dengan harapan mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA) dan menyediakan energi terbarukan bagi jaringan listrik nasional.
- Target kapasitas pembangkit: 50 MW dalam tiga tahun pertama.
- Lokasi pilot: area industri di Jawa Barat.
- Estimasi pengurangan emisi CO₂: sekitar 200.000 ton per tahun.
Reaksi pasar terlihat positif; saham OASA naik lebih dari 12% pada hari pengumuman, dengan nilai perdagangan mencapai lebih dari 200 juta lembar, menandakan minat investor pada sektor energi bersih.
Kerjasama ini juga melibatkan BIPI sebagai mitra strategis dalam pengelolaan limbah organik dan pemasaran listrik hasil produksi. Kedua perusahaan menyatakan komitmen jangka panjang untuk memperluas jaringan pembangkit sampah di seluruh Indonesia.
Para analis memperkirakan bahwa proyek PSEL dapat menjadi model bagi perusahaan lain dalam memanfaatkan sampah sebagai sumber energi, sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi pemegang saham.
