Keuangan.id – 14 April 2026 | NTT DATA, salah satu perusahaan layanan teknologi terkemuka, mengungkapkan bahwa infrastruktur cloud masih belum mencapai tingkat kematangan yang diperlukan untuk mendukung percepatan adopsi kecerdasan buatan (AI) di kalangan perusahaan. Menurut pernyataan resmi, ketidakstabilan layanan cloud dapat memperlambat transformasi digital serta menghambat inovasi bisnis global yang kini sangat bergantung pada AI.
Berbagai faktor menjadi penyebab utama ketidaksiapan cloud, antara lain:
- Kurangnya standar keamanan dan kepatuhan yang seragam di seluruh penyedia layanan.
- Terbatasnya integrasi antara platform cloud dengan sistem legacy perusahaan.
- Variasi performa jaringan yang dapat memengaruhi kecepatan pemrosesan data AI.
NTT DATA menilai bahwa meskipun AI mengalami pertumbuhan eksponensial, keberhasilan implementasinya sangat dipengaruhi oleh keandalan infrastruktur cloud. Tanpa fondasi cloud yang stabil, perusahaan dapat menghadapi risiko kegagalan proyek AI, peningkatan biaya operasional, serta penurunan daya saing.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, NTT DATA mengusulkan beberapa langkah strategis, antara lain memperkuat kerjasama dengan penyedia cloud global, mengembangkan standar keamanan yang lebih ketat, serta meningkatkan kemampuan integrasi sistem melalui layanan hybrid cloud. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mempercepat adopsi AI sekaligus memastikan kelancaran proses transformasi digital.
Pengamatan ini menjadi sinyal bagi pelaku industri bahwa investasi pada infrastruktur cloud harus diprioritaskan sebelum meluncurkan inisiatif AI berskala besar. Keberhasilan digitalisasi tidak hanya ditentukan oleh teknologi AI itu sendiri, melainkan juga oleh kualitas dan kestabilan platform cloud yang mendasarinya.
