Keuangan.id – 11 Maret 2026 | Serangan demi serangan datang kepada Novak Djokovic di Indian Wells, California, saat sang juara dunia nomor tiga berjuang melawan cedera lengan yang ia sebut “painful” dan “odd”. Meskipun mengaku tidak menikmati pertandingan karena rasa tidak nyaman pada lengan depan, Djokovic tetap melaju hingga babak 16 besar, pencapaian yang belum ia raih dalam sembilan tahun terakhir.
Rincian Cedera dan Upaya Pemulihan
Djokovic mengakui bahwa rasa sakit muncul terutama ketika ia harus menyajikan servis secara berulang-ulang. “Semakin saya serve, semakin baik perasaan saya, namun rasa sakit datang kembali bila saya terasa dingin,” ujar sang pemain 38 tahun dalam wawancara eksklusif dengan Tennis Channel. Ia menambahkan bahwa rasa sakit tidak dipicu oleh intensitas permainan, melainkan oleh kondisi suhu tubuh dan jeda servis yang singkat.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Djokovic mengenakan lengan berteknologi inframerah yang diproduksi oleh Incrediwear, merek yang baru saja ia kolaborasikan untuk rangkaian sleeve pemulihan. Meskipun teknologi ini tidak menimbulkan alarm, ia tetap menjadi fokus utama dalam rutinitas pemulihan harian sang petenis.
Performa di Turnamen
Di babak pertama, Djokovic harus bertarung sengit melawan Aleksandar Kovacevic, mengandalkan ketangguhan mental dan taktiknya untuk mengamankan kemenangan dalam tiga set. Ia mengaku tidak menikmati momen tersebut, namun menegaskan tekadnya untuk tetap bersaing di level tertinggi.
Selain kompetisi tunggal, Djokovic juga berpartisipasi di ganda bersama rekan setimnya, Stefanos Tsitsipas. Kombinasi mereka, yang dijuluki “Stefanole”, mengejutkan dunia tenis dengan mengalahkan pasangan nomor tiga dunia dan juara bertahan, Marcelo Arévalo serta Mate Pavic, pada ronde pertama. Keberhasilan ini menambah beban jadwalnya, namun Djokovic menyatakan bahwa ia mengatur tubuh dan kondisi mental secara ketat agar dapat mencapai puncak performa setiap harinya.
Jadwal Selanjutnya: Duel dengan Jack Draper
Setelah menyingkirkan Kovacevic, Djokovic dijadwalkan menghadapi Jack Draper, juara bertahan tunggal Indian Wells, pada Rabu mendatang. Draper, yang baru kembali dari cedera lengan kiri yang memaksanya absen sepanjang musim 2025, menantikan kesempatan untuk menguji dirinya melawan sang legenda. “Saya telah menontonnya sejak kecil. Dia jelas merupakan pemain tenis terbesar sepanjang masa,” kata Draper dalam konferensi pers.
Pertandingan ini bukan sekadar konfrontasi generasi, melainkan pertarungan antara pengalaman dan ambisi muda. Djokovic menegaskan, “Saya suka tantangan ini. Saya ingin melihat apakah generasi baru dapat mengalahkan saya, karena itulah yang memotivasi saya untuk terus berlatih dan membuktikan diri.”
Kontroversi Handshake dan Isu Lain
Sebelum pertandingan ganda, Djokovic terlibat dalam kontroversi handshake setelah kekalahan di ganda yang dipicu oleh perbedaan sikap antara pemain. Meskipun tidak berpengaruh pada hasil turnamen, insiden tersebut menambah sorotan pada sikap profesionalisme di lapangan.
Kesimpulan
Novak Djokovic menunjukkan ketangguhan luar biasa dengan tetap melaju ke babak 16 besar Indian Wells meski diganggu oleh cedera lengan yang tidak biasa. Kolaborasinya dengan Incrediwear, strategi manajemen tubuh, serta keinginan kuat untuk bersaing melawan generasi baru seperti Jack Draper menegaskan komitmennya untuk tetap berada di puncak tenis dunia. Pertarungan selanjutnya akan menjadi ujian penting bagi Djokovic, baik dalam hal pemulihan fisik maupun mental, serta kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan dinamika kompetisi modern.











