Keuangan.id – 04 April 2026 | Setelah menuntaskan tugasnya sebagai asisten pelatih John Herdman pada timnas senior Indonesia di ajang FIFA Series 2026, Nova Arianto resmi mengalihkan perhatiannya ke timnas Indonesia U‑20. Keputusan cepat ini menandai perubahan strategi dalam upaya memperkuat skuad Garuda Muda menjelang Piala Dunia U‑20 2027.
Langkah Cepat Setelah FIFA Series 2026
Usai membantu Herdman mengarahkan tim senior dalam kompetisi internasional, Nova langsung turun ke lapangan bersama stafnya untuk meninjau kompetisi usia muda di tanah air. Ia menekankan pentingnya proses regenerasi yang tidak boleh menunggu lama, mengingat persaingan global semakin ketat.
Strategi Rekrutmen di Elite Pro Academy
Elite Pro Academy (EPA) menjadi fokus utama Nova dalam pencarian talenta baru. Menurutnya, EPA merupakan “ladang subur” bagi pemain berusia 17‑20 tahun yang memiliki potensi untuk dipoles ke level internasional. Nova tidak hanya mengamati secara pasif, melainkan menengok langsung setiap pertandingan, mencatat aspek teknis, taktik, serta mentalitas pemain.
- Pengamatan langsung di lapangan untuk menilai konsistensi performa.
- Analisis video dan data statistik guna mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan.
- Dialog dengan pelatih klub untuk menilai etos kerja dan sikap pemain.
“Kembali melihat potensi pemain di EPA U‑20 Liga 2 pastinya menjadi bagian dari proses kami Timnas U‑20 dalam mencari potensi pemain di luar yang sudah ada,” ujar Nova melalui akun Instagram pribadinya.
Target Jangka Pendek: Kualifikasi Piala Asia U‑20
Fokus terdekat Nova adalah mempersiapkan tim untuk Kualifikasi Piala Asia U‑20. Turnamen kualifikasi ini menjadi batu loncatan bagi Indonesia untuk mengukur kesiapan sebelum melaju ke ajang dunia. Nova berharap dapat menyusun komposisi tim yang seimbang antara pemain berbakat dan pemain yang sudah berpengalaman di level klub.
“Semoga pada akhirnya nanti kami bisa mendapatkan komposisi tim yang kuat yang bisa bersaing di Kualifikasi Piala Asia U‑20,” katanya.
Peluang Pemain Diaspora
Selain mengandalkan talenta domestik, Nova juga membuka peluang bagi pemain Indonesia yang berkarier di luar negeri. Integrasi pemain abroad diharapkan menambah kedalaman skuad serta memberikan pengalaman kompetitif yang berbeda.
“Termasuk terus menyatukan pemain‑pemain abroad yang berkarier di luar Indonesia untuk menjadi opsi tambahan buat kami,” tuturnya.
Langkah-langkah tersebut mencerminkan pendekatan holistik Nova: menggabungkan scouting intensif, pengembangan mental, dan kolaborasi internasional. Dengan strategi ini, diharapkan Garuda Muda tidak hanya mampu lolos kualifikasi, tetapi juga bersaing kuat di turnamen dunia pada 2027.
Keputusan Nova untuk mundur dari peran asisten John Herdman dan fokus pada tim U‑20 menandai era baru dalam kebijakan pembinaan pemain muda di PSSI. Jika strategi ini berhasil, Indonesia dapat menatap masa depan sepak bola dengan generasi pemain yang lebih siap, kompetitif, dan berkarakter.
