Nikel dan CPO Dorong Surplus Neraca Perdagangan RI Selama 70 Bulan Berturut-turut

Nikel dan CPO Dorong Surplus Neraca Perdagangan RI Selama 70 Bulan Berturut-turut
Nikel dan CPO Dorong Surplus Neraca Perdagangan RI Selama 70 Bulan Berturut-turut

Keuangan.id – 04 April 2026 | Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru, neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus sebesar US$1,27 miliar pada Februari 2026. Angka ini menandai bulan ke-70 berturut-turut Indonesia berada dalam posisi surplus, menegaskan konsistensi kinerja ekspor dalam menghadapi tantangan global.

Komoditas nikel dan minyak kelapa sawit (CPO) menjadi pendorong utama peningkatan nilai ekspor. Kenaikan harga nikel di pasar internasional serta permintaan kuat dari sektor baterai kendaraan listrik menambah nilai ekspor nikel Indonesia secara signifikan. Sementara itu, CPO tetap menjadi salah satu produk unggulan dengan volume penjualan yang stabil dan harga yang menguat.

Berikut ringkasan kontribusi utama komoditas tersebut terhadap neraca perdagangan pada kuartal pertama 2026:

Komoditas Ekspor (US$ Miliar) Pertumbuhan YoY
Nikel 2,15 +28%
CPO 1,78 +12%
Produk Lain 0,94 +5%

Dengan total ekspor mencapai US$4,87 miliar pada periode yang sama, impor barang konsumsi dan bahan baku menurun, sehingga menghasilkan surplus yang konsisten. Kebijakan pemerintah yang mendukung investasi di sektor pertambangan dan agribisnis, serta upaya diversifikasi pasar, berperan penting dalam menjaga arus perdagangan tetap positif.

Para analis ekonomi memperkirakan bahwa selama nikel terus menikmati permintaan tinggi dari industri kendaraan listrik, dan CPO tetap menjadi komoditas strategis, surplus perdagangan Indonesia dapat berlanjut hingga akhir tahun. Namun, faktor eksternal seperti fluktuasi nilai tukar rupiah dan kebijakan tarif internasional tetap menjadi variabel yang perlu dipantau.

Exit mobile version