Keuangan.id – 30 Maret 2026 | Pemerintah Indonesia resmi mengumumkan bahwa tarif listrik PT PLN (Persero) untuk seluruh golongan pelanggan tidak akan mengalami perubahan mulai 1 April 2026 hingga akhir triwulan II (Juni 2026). Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat serta memastikan stabilitas harga energi menjelang periode Lebaran.
Penetapan tarif ini merujuk pada Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 7 Tahun 2024, yang mewajibkan evaluasi tarif setiap tiga bulan dengan mempertimbangkan empat indikator ekonomi makro: nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, harga minyak mentah Indonesia (ICP), tingkat inflasi, dan Harga Batubara Acuan (HBA). Data realisasi November 2025‑Januari 2026 menunjukkan nilai tukar Rp 16.743,46 per dolar, ICP USD 62,78 per barel, inflasi 0,22 % dan HBA USD 70 per ton. Secara teknis, parameter‑parameter tersebut memberi ruang bagi penyesuaian tarif, namun pemerintah memilih untuk menahan kenaikan demi menghindari beban tambahan bagi konsumen dan industri.
Rincian Tarif Listrik per 1 April 2026
Berikut adalah tarif per kilowatt‑hour (kWh) yang berlaku untuk 13 golongan pelanggan non‑subsidi dan 25 golongan pelanggan subsidi. Tarif tetap sama dengan periode sebelumnya.
| Golongan | Daya (VA) | Tarif (Rp/kWh) |
|---|---|---|
| R‑1/TR | 900 | 1.352 |
| R‑1/TR | 1.300 | 1.444,70 |
| R‑1/TR | 2.200 | 1.444,70 |
| R‑2/TR | 3.500‑5.500 | 1.699,53 |
| R‑3/TR, TM | >6.600 | 1.699,53 |
| B‑2/TR | 6.600‑200 kVA | 1.444,70 |
| B‑3/TM, TT | >200 kVA | 1.114,74 |
| I‑3/TM | >200 kVA | 1.114,74 |
| I‑4/TT | >30.000 kVA | 996,74 |
| P‑1/TR | 6.600‑200 kVA | 1.699,53 |
| P‑2/TM | >200 kVA | 1.522,88 |
| P‑3/TR (penerangan jalan) | – | 1.699,53 |
| L/TR, TM, TT | – | 1.644,52 |
Untuk pelanggan bersubsidi, tarif tetap berada pada level berikut:
- R‑1/TR 450 VA: Rp 415/kWh
- R‑1/TR 900 VA: Rp 605/kWh
- S‑1/TR 450 VA: Rp 325/kWh
- S‑1/TR 900 VA: Rp 455/kWh
- S‑1/TR 1.300 VA: Rp 708/kWh
- S‑1/TR 2.200 VA: Rp 760/kWh
- S‑1/TR 3.500‑200 kVA: Rp 900/kWh
- S‑2/TM >200 kVA: Rp 925/kWh
Pemerintah melalui Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, menegaskan bahwa stabilitas tarif listrik merupakan langkah strategis untuk melindungi daya beli konsumen, terutama menjelang hari raya Idulfitri. “Masyarakat tidak perlu cemas, tarif listrik periode triwulan II 2026 tetap,” ujar beliau dalam keterangan resmi.
Selain menahan kenaikan tarif, pemerintah juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menggunakan listrik secara efisien dan bijak. Upaya penghematan energi diharapkan dapat mendukung ketahanan energi nasional serta mengurangi beban operasional PLN.
PLN sendiri diinstruksikan untuk terus meningkatkan keandalan pasokan listrik dan kualitas layanan kepada pelanggan. Fokus pada perbaikan jaringan, penanganan gangguan, dan digitalisasi layanan pelanggan menjadi prioritas dalam rangka menjaga kepercayaan publik.
Secara keseluruhan, kebijakan tarif listrik tetap pada 1 April 2026 mencerminkan keseimbangan antara kebutuhan makro‑ekonomi dan kesejahteraan rumah tangga. Dengan tidak melakukan penyesuaian harga, pemerintah berupaya menstabilkan pasar energi dan memberikan ruang bagi industri serta UMKM untuk beroperasi tanpa tekanan biaya listrik yang meningkat.
Ke depan, evaluasi kembali tarif akan dilakukan pada akhir triwulan II, dengan memperhatikan dinamika indikator ekonomi global dan domestik. Masyarakat diharapkan tetap memantau kebijakan resmi dan terus mengoptimalkan konsumsi listrik demi keberlanjutan energi nasional.











