Keuangan.id – 31 Maret 2026 | PT SMDR Tbk mencatat kenaikan pendapatan pada kuartal terakhir, namun pertumbuhan laba tetap terbatas akibat tekanan biaya operasional yang meningkat.
Pendapatan naik sekitar 9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dipicu oleh peningkatan penjualan produk syariah serta ekspansi ke pasar baru. Namun, margin laba bersih menurun karena beban operasional, termasuk biaya tenaga kerja, logistik, dan energi, meningkat secara signifikan.
| Item | 2024 | 2023 |
|---|---|---|
| Pendapatan | Rp 1,2 triliun | Rp 1,1 triliun |
| Laba Bersih | Rp 85 miliar | Rp 92 miliar |
| Margin Bersih | 7,1% | 8,4% |
Manajemen menegaskan bahwa tekanan biaya diproyeksikan akan berlanjut hingga akhir 2025, terutama karena kenaikan harga energi dan kebutuhan investasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi.
Untuk mengatasi tantangan ini, perusahaan merencanakan restrukturisasi biaya, termasuk optimalisasi rantai pasok, penyesuaian struktur organisasi, serta pemotongan pengeluaran tidak produktif. Selain itu, SMDR berencana memperluas lini produk dengan fokus pada segmen pasar yang memberikan margin lebih tinggi.
Analisis pasar memperkirakan bahwa meskipun pendapatan terus tumbuh, laba bersih perusahaan dapat tetap tertekan kecuali langkah‑langkah pengendalian biaya berhasil diterapkan secara efektif.











