Rupiah Dibuka Melemah, Pasar Masih Cermati Sinyal Deeskalasi Konflik Timur Tengah

Rupiah Dibuka Melemah, Pasar Masih Cermati Sinyal Deeskalasi Konflik Timur Tengah
Rupiah Dibuka Melemah, Pasar Masih Cermati Sinyal Deeskalasi Konflik Timur Tengah

Keuangan.id – 30 Maret 2026 | Jakarta, 30 Maret 2026 – Pada pembukaan perdagangan Senin, nilai tukar rupiah melemah tipis menjadi Rp16.981 per dolar Amerika Serikat, turun 0,01 % dibandingkan penutupan hari Jumat sebelumnya.

Penurunan ini terjadi di tengah perhatian pasar terhadap perkembangan di Timur Tengah. Amerika Serikat menunda operasi militer yang direncanakan, sementara potensi gangguan ekspor minyak dari Teluk Persia menambah kekhawatiran atas dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi global.

Andry Asmoro, Kepala Ekonom Bank Mandiri, menilai bahwa pasar kini lebih fokus pada sinyal de‑eskalasi di wilayah tersebut serta data ekonomi utama Amerika Serikat. “Minggu perdagangan di AS akan lebih singkat karena libur Paskah, sehingga laporan ketenagakerjaan dan survei Manufaktur ISM akan menjadi penentu utama bagi pergerakan dolar,” ujar Andry.

Indeks dolar AS (DXY) diperkirakan tetap stabil di sekitar level 100, dengan peluang kenaikan mingguan sekitar 0,3 %. Penguatan dolar didorong oleh kekhawatiran yang terus berlanjut terkait konflik dengan Iran dan harga minyak yang mendekati level tertinggi tahun 2022.

  • Harga minyak mentah diperdagangkan mendekati puncak 2022, meningkatkan tekanan inflasi dan pertumbuhan ekonomi global.
  • Jika ketegangan di Timur Tengah berlanjut hingga April, pasar dapat mengalami volatilitas lebih lanjut.

Andry memproyeksikan pergerakan rupiah hari ini akan berada dalam kisaran Rp16.925 hingga Rp16.980 per dolar AS.

Investor diharapkan terus memantau data ekonomi AS serta perkembangan geopolitik di Timur Tengah sebagai faktor utama yang mempengaruhi nilai tukar rupiah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *