Laba TPMA Susut 32 Persen, Saham Tertahan di 600, Apa yang Terjadi?

Laba TPMA Susut 32 Persen, Saham Tertahan di 600, Apa yang Terjadi?
Laba TPMA Susut 32 Persen, Saham Tertahan di 600, Apa yang Terjadi?

Keuangan.id – 30 Maret 2026 | PT Telekomunikasi dan Media A (TPMA) melaporkan penurunan laba bersih sebesar 32 persen pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan tersebut dipicu oleh kenaikan beban operasional dan beban non‑operasional yang signifikan, sementara pendapatan tidak mengalami pertumbuhan yang cukup untuk menutupi biaya.

Berita ini berdampak langsung pada pergerakan harga saham TPMA yang masih berada di zona Rp600 per lembar, meskipun pasar secara umum menunjukkan volatilitas. Investor tampak menahan posisi karena masih menunggu kejelasan strategi manajemen dalam mengendalikan biaya dan meningkatkan profitabilitas.

Berikut rangkuman kunci data keuangan TPMA selama dua tahun terakhir:

Tahun Laba Bersih (Rp Miliar) Penurunan Laba
2024 1.200 –
2025 816 32%

Faktor utama yang memicu penurunan laba antara lain:

  • Kenaikan biaya tenaga kerja akibat penyesuaian gaji dan tunjangan.
  • Peningkatan beban penyusutan aset jaringan yang sedang dalam fase pemeliharaan intensif.
  • Pengeluaran tambahan untuk investasi teknologi 5G yang masih berada pada tahap awal.

Sementara itu, pendapatan operasional hanya naik sekitar 5 persen, tidak cukup untuk menyeimbangkan beban yang meningkat. Manajemen mengindikasikan bahwa fokus ke depan akan diarahkan pada optimalisasi biaya, peningkatan efisiensi jaringan, serta mempercepat komersialisasi layanan digital baru.

Analisis pasar menunjukkan bahwa harga saham TPMA kemungkinan akan tetap berada dalam kisaran Rp580‑Rp620 selama beberapa kuartal ke depan, kecuali ada perubahan signifikan dalam kebijakan biaya atau munculnya sumber pendapatan baru yang kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *