Keuangan.id – 31 Maret 2026 | Pertumbuhan kredit bank di Indonesia mencatat peningkatan sebesar 9,96% secara tahunan, menandakan adanya dorongan aktivitas ekonomi meski situasi global masih penuh ketidakpastian.
Data resmi menunjukkan bahwa pada triwulan pertama 2024 kredit yang diberikan oleh lembaga keuangan naik hampir sepuluh persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka ini menandai percepatan setelah pertumbuhan yang lebih lambat pada kuartal sebelumnya.
| Periode | Pertumbuhan Kredit |
|---|---|
| Triwulan I 2024 | 9,96% |
Namun, di balik angka positif tersebut, bank-bank utama semakin berhati-hati. Konflik yang berlarut antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel menambah tekanan geopolitik, memicu volatilitas pasar global, serta menimbulkan kekhawatiran tentang aliran modal dan nilai tukar. Ketegangan ini memperlambat keputusan investasi internasional dan meningkatkan biaya pendanaan.
Sejalan dengan faktor eksternal, kondisi domestik seperti inflasi yang masih tinggi dan kebijakan moneter yang ketat membuat bank memperketat standar penilaian kredit. Lembaga keuangan menilai risiko nasabah, terutama sektor UKM, dengan lebih selektif, mengutamakan kualitas portofolio dibandingkan kuantitas penyaluran.
Para analis memperkirakan bahwa pertumbuhan kredit dapat tetap berada pada level moderat selama 2024, namun risiko eksternal – termasuk kemungkinan eskalasi konflik di Timur Tengah dan fluktuasi harga komoditas – tetap menjadi penghalang bagi percepatan lebih lanjut. Bank diharapkan terus menyesuaikan kebijakan penyaluran kredit guna menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.











