Keuangan.id – 31 Maret 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami tekanan pada perdagangan Selasa, 31 Maret 2026. Analis dari beberapa sekuritas menilai bahwa indeks berada dalam zona rawan koreksi antara 6.745 dan 6.887, meski pada sesi pembukaan pagi berhasil menembus zona hijau di level 7.122. Namun, tekanan jual segera kembali menurunkan indeks ke level 7.089, menandakan volatilitas yang masih tinggi.
Analisis Teknikal dan Sentimen Pasar
Menurut Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas, IHSG masih berada pada wave (v) dari wave [c] dalam struktur Elliott Wave, sehingga potensi koreksi masih terbuka lebar. Level support terdekat berada di 7.022 dan 6.917, sedangkan level resistance utama berada di 7.302 dan 7.434. Jika indeks berhasil menahan zona support tersebut, peluang rebound ke level 7.450-7.779 masih terbuka.
Data RTI Infokom mencatat bahwa pada penutupan Senin (30/3) IHSG berada di 7.091,67, turun 0,08% dibandingkan hari sebelumnya. Volume perdagangan pada hari Senin mencapai 925,7 juta saham senilai Rp569,5 miliar, dengan 344 saham menguat, 122 saham melemah, dan 492 saham tidak bergerak. Pada Selasa, total frekuensi perdagangan tercatat 377.323 kali dengan volume sekitar 7 miliar saham, menghasilkan nilai transaksi harian sekitar Rp2,9 triliun.
Sentimen global turut memengaruhi pergerakan pasar Indonesia. Ketegangan di Timur Tengah, khususnya ancaman serangan Houthi ke Israel dan peringatan Presiden Amerika Serikat tentang kemungkinan pengambilan minyak Iran, menambah kecemasan investor terhadap pasokan energi. Di dalam negeri, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan melambat menjadi 4,8% pada 2026 menambah beban pada ekspektasi pasar.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Beberapa sekuritas mengeluarkan rekomendasi saham yang dianggap memiliki potensi mengimbangi tekanan IHSG. PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyoroti tiga saham utama: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO). Sementara itu, MNC Sekuritas menambahkan PT Samator Indo Gas Tbk (AGII), PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) ke dalam daftar rekomendasi.
Berikut rangkuman rekomendasi utama yang relevan dengan fokus PTRO (yang diidentifikasi sebagai PT Perusahaan Gas Negara) dan MEDC:
- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) – Diprediksi tetap berada di zona support kuat sekitar Rp6.200. Analis memperkirakan pola bullish consolidation, dengan target jangka pendek di kisaran Rp6.500-6.700.
- PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) – Saham menunjukkan tren naik sejak awal kuartal, didukung oleh harga komoditas energi yang menguat. Level support berada di Rp9.300, sementara resistance pertama berada di Rp10.200.
Kedua saham tersebut dipilih karena fundamental yang solid, eksposur pada sektor energi yang relatif tahan terhadap gejolak geopolitik, serta likuiditas tinggi yang memudahkan eksekusi transaksi.
Strategi Trading dalam Kondisi Volatil
Dalam kondisi pasar yang berpotensi melemah, para trader disarankan untuk mengadopsi strategi “buy on weakness” pada saham-saham yang memiliki fundamental kuat. Misalnya, pada PGAS, pembelian dapat dilakukan saat harga menembus level support 6.200 dengan target pertama di 6.500. Untuk MEDC, entry dapat dipertimbangkan pada pull‑back ke level 9.300, dengan target pertama di 10.200. Penempatan stop‑loss harus ketat, biasanya 2‑3% di bawah level entry, untuk melindungi modal dari pergerakan tajam.
Selain itu, diversifikasi portofolio dengan menambahkan saham sektor non‑energi seperti PT Telkom Indonesia (TLKM) atau PT Bukit Asam (PTBA) dapat membantu mengurangi risiko konsentrasi pada satu sektor.
Secara keseluruhan, meskipun IHSG berada dalam fase koreksi, peluang bagi saham-saham berkualitas tinggi tetap ada, terutama di sektor energi yang dipengaruhi oleh dinamika geopolitik dan permintaan global.
Investor disarankan untuk terus memantau data ekonomi harian, pergerakan nilai tukar dolar, serta perkembangan geopolitik yang dapat memperkuat atau melemahkan sentimen pasar. Penyesuaian posisi secara dinamis dan disiplin dalam manajemen risiko akan menjadi kunci dalam menghadapi volatilitas yang diproyeksikan pada hari Selasa.











