Keuangan.id – 31 Maret 2026 | Berbagai analis pasar energi memperkirakan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) non‑subsidi akan mengalami lonjakan signifikan pada bulan April 2026. Proyeksi ini menempatkan harga premium Pertamax pada level Rp17.850 per liter, sementara bahan bakar diesel (Dex) diprediksi akan mencapai Rp23.950 per liter.
Beberapa faktor utama yang mendorong kenaikan tersebut meliputi:
- Kenaikan harga minyak mentah dunia yang terus berada di atas US$80 per barel.
- Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang menambah beban impor.
- Peningkatan pajak dan biaya distribusi yang diterapkan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.
Berikut rangkuman proyeksi harga BBM pada April 2026:
| Jenis BBM | Harga Proyeksi (Rp/L) |
|---|---|
| Pertamax | 17.850 |
| Solar (Dex) | 23.950 |
Kenaikan harga ini diperkirakan akan berdampak pada biaya operasional transportasi umum dan pribadi, serta menambah tekanan inflasi pada sektor konsumsi. Namun, pemerintah menegaskan bahwa tidak ada rencana perubahan kebijakan transportasi dalam waktu dekat, termasuk tidak adanya subsidi tambahan atau penyesuaian tarif angkutan umum.
Para pengusaha transportasi dan pengguna kendaraan diharapkan menyesuaikan strategi pengeluaran, misalnya dengan meningkatkan efisiensi bahan bakar atau mempertimbangkan alternatif energi yang lebih ramah biaya.











