Keuangan.id – 30 Maret 2026 | Para analis industri otomotif memperkirakan bahwa baterai solid-state belum akan menggantikan teknologi baterai konvensional dalam waktu dekat. Menurut perkiraan mereka, adopsi luas baterai jenis ini diperkirakan memerlukan waktu antara lima hingga sepuluh tahun ke depan.
Walaupun beberapa produsen mobil sudah mulai menguji baterai solid-state pada prototipe kendaraan, sejumlah tantangan teknis masih harus diatasi sebelum produksi massal dapat dilakukan. Tantangan utama meliputi stabilitas material, keamanan pada suhu tinggi, serta biaya produksi yang masih jauh lebih tinggi dibandingkan baterai lithium‑ion standar.
- Stabilitas material elektrolit padat yang rentan terhadap degradasi.
- Pengembangan proses manufaktur yang dapat diproduksi secara massal.
- Biaya bahan baku dan peralatan khusus yang mahal.
- Integrasi dengan sistem manajemen baterai yang ada.
- Pengujian keamanan dalam kondisi ekstrem.
Para analis menilai bahwa pencapaian terobosan dalam bidang ini akan sangat bergantung pada investasi riset‑dan‑pengembangan serta kolaborasi antara produsen mobil, perusahaan kimia, dan lembaga penelitian. Jika berhasil, baterai solid-state berpotensi meningkatkan jangkauan kendaraan listrik, mempercepat waktu pengisian, dan mengurangi risiko kebakaran.
Namun, dengan horizon waktu yang masih panjang, konsumen dan industri diharapkan tetap mengandalkan teknologi baterai lithium‑ion yang terus mengalami peningkatan performa. Sementara itu, pemantauan perkembangan riset solid‑state akan tetap menjadi fokus utama bagi investor dan pembuat kebijakan yang menilai dampaknya terhadap pasar kendaraan listrik di masa depan.











