Keuangan.id – 30 Maret 2026 | PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI) melaporkan kinerja keuangan yang positif pada tahun 2025. Laba bersih tercatat sebesar Rp16,40 miliar, meningkat 18,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp13,80 miliar.
Pendapatan usaha bersih mengalami penurunan 3,49 persen menjadi Rp101,67 miliar, turun dari Rp105,35 miliar pada 2024. Penurunan ini dipengaruhi oleh kenaikan beban keuangan kontrak asuransi sebesar 14,19 persen, yang mencapai Rp10,09 miliar dibandingkan Rp8,84 miliar tahun lalu.
Pendapatan dari kegiatan investasi menunjukkan pertumbuhan signifikan. ASBI mencatat pendapatan investasi sebesar Rp11,24 miliar pada 2025, melampaui Rp3,58 miliar pada 2024. Total keuntungan investasi yang sudah direalisasikan dan belum direalisasikan mencapai Rp23,35 miliar, naik dari Rp21,07 miliar tahun sebelumnya.
Rasio solvabilitas perusahaan tetap kuat pada level 176,08 persen, jauh di atas batas minimum yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120 persen.
Harga saham ASBI pada penutupan sesi perdagangan 30 Maret 2026 berada di sekitar Rp400 per lembar, sedikit lebih rendah 0,99 persen dari level sebelumnya Rp404, meskipun sempat naik hingga Rp414 pada sesi tersebut.
- Laba bersih 2025: Rp16,40 miliar (↑18,83%)
- Pendapatan usaha bersih 2025: Rp101,67 miliar (↓3,49%)
- Beban keuangan kontrak asuransi: Rp10,09 miliar (↑14,19%)
- Pendapatan investasi 2025: Rp11,24 miliar (↑214%)
- Solvabilitas: 176,08% (≥120%)











