Keuangan.id – 10 Maret 2026 | Mandiri Utama Finance (MUF) memperkirakan pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik (EV) dan hibrida pada tahun 2025 akan mencapai dua digit. Data internal menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, menandakan percepatan adopsi mobil ramah lingkungan di pasar Indonesia.
Faktor utama yang mendorong tren ini meliputi kebijakan pemerintah yang memberi insentif pajak, peningkatan jaringan charging station, serta penurunan biaya baterai. Selain itu, konsumen semakin menyadari manfaat ekonomi jangka panjang dari kendaraan listrik, seperti biaya operasional yang lebih rendah.
- Kebijakan Pemerintah: Pengurangan bea masuk kendaraan listrik dan subsidi bagi pembeli pertama.
- Infrastruktur: Penambahan lebih dari 500 titik pengisian cepat di seluruh negeri hingga akhir 2024.
- Teknologi Baterai: Penurunan harga sel baterai rata‑rata sebesar 15% per tahun.
Dengan kondisi tersebut, MUF menargetkan total nilai pembiayaan EV dan hibrida mencapai lebih dari Rp10 triliun pada 2025, naik dari sekitar Rp4 triliun pada 2023. Pertumbuhan ini diharapkan meningkatkan portofolio kredit bank, sekaligus mendukung agenda dekarbonisasi transportasi nasional.
Para analis menilai bahwa lonjakan pembiayaan ini dapat mempercepat pergeseran modal ke sektor mobilitas berkelanjutan, sekaligus membuka peluang bagi lembaga keuangan lain untuk memperluas produk serupa.
