Keuangan.id – 16 Mei 2026 | Pasar otomotif di Tiongkok dan Indonesia saat ini sedang mengalami perubahan besar dengan dominasi mobil listrik. Pada April 2026, tingkat penetrasi ritel kendaraan energi baru (NEV) di Tiongkok melampaui 60 persen untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Di Indonesia, segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) listrik juga mulai ramai diminati konsumen. Beberapa pabrikan langsung tancap gas, sementara sebagian lainnya masih merangkak mencari celah pasar. Posisi puncak saat ini kokoh digenggam oleh BYD melalui lini andalannya, BYD M6, dengan mencatatkan angka penjualan fantastis sebesar 4.820 unit dalam empat bulan pertama tahun ini.
MPV Listrik di Indonesia
MPV listrik menawarkan kombinasi kabin yang lapang, kenyamanan berkendara, serta efisiensi biaya operasional yang jauh lebih murah dibanding mobil konvensional bermesin bensin. Selain BYD M6, beberapa pabrikan lain seperti Wuling dan Denza juga menawarkan MPV listrik dengan harga yang kompetitif.
Wuling Cortez Darion EV berhasil terdistribusi sebanyak 2.531 unit dengan banderol harga Rp 399 juta hingga Rp 459 juta. Sementara itu, Denza D9 sukses nangkring di posisi ketiga dengan penjualan mencapai 2.149 unit. Angka ini terbilang luar biasa untuk sebuah MPV mewah yang dipasarkan di angka Rp 950 juta.
Pasar Otomotif Tiongkok
Pasar otomotif Tiongkok mencapai tonggak sejarah baru pada April 2026, dengan tingkat penetrasi ritel kendaraan energi baru (NEV) melampaui 60 persen untuk pertama kalinya dalam sejarah. Hal ini menunjukkan bahwa kendaraan listrik makin kuasai pasar Tiongkok.
Beijing Auto Show atau Auto China 2026 berfokus pada kendaraan listrik (EV) canggih, mobil pintar, dan teknologi otonom dari berbagai pabrikan global dan lokal. Ini menunjukkan bahwa Tiongkok serius dalam mengembangkan teknologi kendaraan listrik dan mendukung industri otomotif yang ramah lingkungan.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa mobil listrik telah menjadi pilihan utama bagi konsumen di Tiongkok dan Indonesia. Perusahaan otomotif harus beradaptasi dengan perubahan ini dan meningkatkan produksi kendaraan listrik untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat.
